Home / NEWS / Zumi Zola Ditetapkan Sebagai Tersangka

Zumi Zola Ditetapkan Sebagai Tersangka


Gubernur Jambi Zumi Zola

EDISIMEDAN.com, JAKARTA – Gubernur Jambi Zumi Zola akhirnya ditetapkan sebagai tersangka KPK. Status tersangka ini diketahui setelah politikus PAN itu dicegah bepergian ke luar negeri.

Dalam surat cegah yang dikirimkan KPK ke Ditjen Imigrasi, tertera status Zumi sebagai tersangka.

Dia dicegah KPK bepergian ke luar negeri sejak 25 Januari 2018 hingga 6 bulan ke depan. Pencegahan itu berkaitan dengan proses penyidikan kasus korupsi dalam proyek di Jambi.

“Iya di dalam surat keputusan tersebut tertulis demikian (status Zumi Zola tersangka),” ujar Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Agung Sampurno seperti dilasir detik.com, Kamis (1/2/2018).

Lelaki 37 tahun itu sebelumnya sempat diperiksa KPK pada 5 Januari 2018 lalu sebagai saksi untuk tersangka Saifudin, yang merupakan Asisten Daerah III Pemprov Jambi.

Mantan kekasih presenter Dahsyat Ayu Dewi itu terseret dalam skandal dugaan suap ‘duit ketok’ APBD Jambi. Setelah diperiksa, saat itu Zumi menyatakan telah mengklarifikasi seluruh pertanyaan penyidik.

Baca Juga:  Kecewa Dengan Petugas BNN, Kabag Ops Polrestabes Medan Bubarkan Razia di Delta

Sebelumnya, Zumi sudah bicara soal perkembangan status hukumnya dengan mengaku belum tahu. Dia mengaku sedang tidak berada di Jambi.

“Saya kurang mengetahui (soal status tersangka). Saya mendapatkan kabar penggeledahan dari berita media sosial. Tidak (ada di rumah dinas). Saya sedang dinas di Jakarta,” kata Zumi Zola.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni anggota DPRD Jambi Supriono, Plt Sekda Pemprov Jambi Erwan Malik, Plt Kadis PU Arfan, dan Asisten Daerah III Pemprov Jambi Saifudin.

KPK menduga ada ‘duit ketok’ yang digunakan untuk memuluskan pengesahan APBD 2018. Duit yang diduga berasal dari rekanan Pemprov Jambi ini dimaksudkan agar anggota DPRD Provinsi Jambi menghadiri rapat pengesahan APBD Jambi 2018. Total ada Rp 4,7 miliar yang diamankan KPK dari jumlah yang seharusnya Rp 6 miliar. [ded]

sumber: detik.com
Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up