Pasar Petisah Bersolek Jadi Pusat Kuliner dan UMKM, Investor Mulai Bangun Akhir Bulan

Direktur Utama (Dirut) PUD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan.

EDISIMEDAN.com, MEDAN– Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan akan melakukan pengembangan pasar yang ada di Kota Medan. Dalam waktu dekat, program tersebut menyasar Pasar Petisah yang akan dijadikan pusat sentral usaha mikro kecil menengah (UMKM).

“Pasar Petisah akan menjadi ikon kuliner Kota Medan, tempat nongkrongnya anak muda dan warga Kota Medan serta sebagai salah satu objek wisata bidang kuliner. Direncanakan kita namakan Blok Petisah,” ucap Direktur Utama (Dirut) PUD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan di ruangannya, Kamis (17/9) sore.

Anggia menyatakan, program tersebut insya Allah berjalan secepatnya sebab sudah ada pihak yang akan berinvestasi dan ditargetkan pembangunannya selesai pada bulan suci Ramadan 2027. “Pak walikota ingin saat Ramadan sudah beroperasi. Dengan demikian, diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat secara luas termasuk bagi para pelaku UMKM di Pasar Petisah itu sendiri,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Terkait persiapan, Anggia memastikan sudah berjalan on the track. Bahkan pekan depan insya Allah sudah melakukan perjanjian kerja sama (PKS) dengan pihak pengembang. “Target kita, akhir bulan ini atau paling lama awal bulan sudah mulai proses pembangunan. Sosialisasi sudah kami lakukan ke pedagang, termasuk soal izin yang sedang berproses di Pemerintah Kota (Pemko) Medan hingga nilai sewanya sudah kita hitung dengan konsultan,” tuturnya.

Disinggung soal lokasi, Anggia menyebut Blok Petisah dipusatkan di pelataran parkir dan lantai dua Pasar Petisah. Tempat yang saat ini kosong akan “disulap” menjadi lokasi UMKM. Sedangkan pedagang pakaian dan lainnya yang sudah lebih dulu berjualan, tetap bisa menjalankan usahanya seperti biasa. Dari konsep itu, semoga bisa berdampak dengan pedagang lain.

Anggia menuturkan, sedikitnya lokasi itu akan diisi 100 tenant dan yang membuatnya menjadi lebih menarik semua produk UMKM itu khas Kota Medan. “Kami tidak akan membawa brand-brand luar, melainkan fokus terhadap brand-brand Kota Medan,” tegasnya.

Konsep pembayarannya, sambung Anggia, tetap hybrid. Bisa Qris bisa kontan juga. Saat ini, PUD Pasar sedang berkoordinasi dengan pihak perbankan, khususnya bank daerah. Dengan demikian, Pasar Petisah ini akan menjadi smart market. “Kita akan dorong berkolaborasi dengan Bank Indonesia untuk menciptakan pasar pintar. Di situ nanti akan ada kegiatan-kegiatan edukasi dan lainnya,” sebut Anggia.

Dia memberikan contoh salah satu mal di Medan yang nyaris redup. Namun karena berkolaborasi dengan usaha kuliner, kembali ramai dikunjungi orang. Kalau kita lihat, mal-mal ini hidup bukan karena ada pakaiannya. Kalau berharap jual pakaian, jual sepatu, tak akan ramai. Karena ada , food and beverage (FB) nya, maka mal itu tiap weekend, sore-sore menjadi lebih ramai.

“Target ikon kuliner baru Kota Medan ini masyarakat menengah Kota Medan. Produk UMKM ini bisa dipastikan harga makanannya bersahabat. Apalagi orientasi pihak investor bukan profit-oriented melainkan social entrepreneur karena fokus pengembangan di UMKM,” jabarnya. Mungkin nama lokasinya ini kita buat nanti Blok Petisah,” serunya.

Digitalisasi kontribusi

Di kesempatan itu, Anggia menyebut bahwa tahun ini 10 pasar di Kota Medan akan terhubung dengan digitalisasi kontribusi. Saat ini sedang proses Memorandum of Understanding (MOU) dengan beberapa bank. Dengan sistem ini kontribusi ke PUD Pasar akan cashless.

Ke-10 pasar itu, katanya, akan ditentukan bersama mitra. Namun yang pasti pasar yang dinilai potensial, seperti Pasar Petisah. “Saat ini Pasar Petisah sedang on progress. Mungkin pasar-pasar besar lain menyusul,” terangnya.

​Dengan sistem ini, sebut Anggia, kontribusi harian, bulanan, perpanjangan izin dan sebagainya diupayakan cashless dan itu mendapat apresiasi dari pedagang Pasar Petisah sebab dianggap lebih transparan. Pedagang membayar sesuai kuitansi dan kutipannya langsung masuk ke rekening PUD Pasar secara real-time. “Kita sudah bangun dashboard-nya. Di situ bisa dilihat nama siapa yang sudah membayar. Selama ini tidak seperti itu,” pungkasnya.(red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *