EDISIMEDAN.com, MEDAN– Semangat untuk terus berusaha menjadi jalan bagi banyak keluarga untuk memperbaiki kehidupan. Hal inilah yang terus didorong Rumah Zakat Medan melalui program Keluar Garis Kemiskinan (KGK) dengan memberikan dukungan usaha sekaligus pendampingan kepada masyarakat yang tengah berjuang membangun kemandirian ekonomi.
Pada Jumat (17/7), Rumah Zakat Medan memberikan bantuan pendampingan usaha kepada dua pelaku UMKM di Kota Medan, yakni Sumarlan, pedagang roti bakar dan burger keliling, serta Yeni Dahliani, pelaku usaha kue basah.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat yang memiliki semangat untuk berusaha dan mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki. Melalui program ini, Rumah Zakat berharap para penerima manfaat dapat meningkatkan kapasitas usahanya, menambah pendapatan keluarga, dan secara bertahap memiliki kehidupan ekonomi yang lebih mandiri.
Tidak hanya memberikan bantuan untuk mendukung keberlangsungan usaha, Rumah Zakat juga menghadirkan pendampingan agar usaha yang dijalankan dapat tumbuh secara berkelanjutan. Pendampingan dilakukan untuk membantu penerima manfaat dalam mengelola usaha, meningkatkan kualitas produk, serta membuka peluang agar usaha dapat berkembang dan memberikan penghasilan yang lebih baik.
Bagi Sumarlan, bantuan yang diterimanya menjadi tambahan semangat untuk terus berjualan dan berjuang memenuhi kebutuhan keluarga. Ia mengaku bersyukur atas perhatian dan dukungan yang diberikan Rumah Zakat. Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya membantu dari sisi usaha, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus bekerja keras dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Hal serupa disampaikan oleh Yeni Dahliani. Ia berharap dukungan yang diterimanya dapat membantu usaha kue basah yang dijalankan semakin berkembang sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarganya.
Sementara itu, Tondini, Program Leader Rumah Zakat Medan, menjelaskan bahwa pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu upaya Rumah Zakat dalam membantu masyarakat membangun kemandirian dan meningkatkan taraf kehidupan keluarga. “Kami percaya bahwa bantuan yang disertai pendampingan akan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan. Harapan kami, Pak Sumarlan dan Ibu Yeni dapat mengembangkan usahanya, meningkatkan pendapatan keluarga, hingga mampu keluar dari garis kemiskinan,” ujar Tondini.
Melalui program Keluar Garis Kemiskinan, Rumah Zakat Medan berharap semakin banyak pelaku usaha kecil yang mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan kemandirian ekonomi.
Lebih dari sekadar bantuan modal atau dukungan usaha, program ini menjadi ikhtiar untuk mendampingi masyarakat agar mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, meningkatkan pendapatan keluarga, dan perlahan membangun kehidupan yang lebih sejahtera.(Red)
