Ketika Usia Bukan Halangan: Perjalanan Sprititual Lansia di Desa Silomlom bersama Alquran

EDISIMEDAN.com, ASAHAN – Di tengah hiruk pikuk kehidupan, sebuah pemandangan inspiratif tersaji di Dusun 3, Desa Silomlom, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Pada hari ini, kegiatan rutin “Kelas Lansia Bisa Baca Qur’an” yang diselenggarakan oleh Rumah Zakat kembali membuktikan bahwa semangat belajar tak lekang oleh usia.

Para lansia, dengan segala keterbatasan fisik, menunjukkan kegigihan luar biasa dalam menuntut ilmu agama. Memasuki ruang kelas, terlihat jelas raut wajah penuh harap dan semangat di antara para peserta.

Ada Nek Wartini, yang di usianya yang ke-60, masih dengan tekun mengikuti setiap bimbingan. Penglihatan yang mulai kabur, gigi yang sudah ompong membuat lidah tak lagi fasih melafalkan huruf, serta ingatan yang kerap menurun untuk mengenal dan membedakan huruf hijaiyah, tak sedikit pun menggoyahkan niat mereka. Justru, keterbatasan ini menjadi pemicu semangat untuk terus berusaha.

Mereka adalah para pejuang ilmu yang pantang menyerah, membuktikan bahwa Al-Qur’an adalah cahaya yang tak pernah padam, bahkan di senja usia. Dibimbing dengan penuh kesabaran oleh Ustadzah Putri Ramadhani, para lansia ini perlahan namun pasti merangkai huruf demi huruf, ayat demi ayat.

Suasana kelas dipenuhi dengan kehangatan dan rasa kekeluargaan, di mana satu sama lain saling mendukung dan menguatkan. Muhammad Firdaus, selaku Fasilitator Relawan Inspirasi Rumah Zakat, turut mendampingi dengan penuh dedikasi, memastikan setiap peserta mendapatkan perhatian yang layak.

Harapan besar tersemat dari kegiatan ini. Muhammad Firdaus menambahkan, “Kami berharap, dengan adanya kelas ini, para lansia dapat semakin dekat dengan Al-Qur’an, menemukan ketenangan hati, dan meraih keberkahan di sisa usia mereka. Semoga program ini terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap pendidikan agama bagi lansia, serta membuka pintu-pintu kebaikan lainnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Semangat para lansia di Dusun 3, Desa Silomlom, menjadi pengingat yang kuat bahwa usia hanyalah angka, dan keinginan untuk belajar serta mendekatkan diri kepada Tuhan adalah kekuatan abadi yang tak terbatas. (red)

You May Also Like

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *