EDISIMEDAN.com, MEDAN– Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali melahirkan ribuan sarjana baru melalui Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-88 yang digelar di Gedung HM Arsjad Thalib Lubis Gelanggang Mahasiswa Kampus I UINSU Jalan Sutomo/IAIN Medan, Kamis (7/5/2026). Sebanyak 1.592 lulusan resmi diwisuda dalam prosesi yang dipimpin langsung Rektor UINSU Prof Dr Nurhayati MAg bersama Ketua Senat Prof Dr Pagar Hasibuan MAg.
Dalam sambutannya, Rektor UINSU Prof Nurhayati menegaskan bahwa wisuda bukan hanya seremoni akademik semata, melainkan momentum lahirnya generasi penerus yang memiliki tanggung jawab besar menjaga masa depan bangsa.
“Hari ini kita tidak sekadar meluluskan generasi akademik. Kita sedang melantik penjaga masa depan bangsa. Kita tidak hanya menyerahkan ijazah, tetapi juga mengamanahkan peradaban,” ujar Nurhayati di hadapan para wisudawan dan keluarga.
Dari total lulusan yang diwisuda, sebanyak 29 orang berasal dari Program Pascasarjana, 649 lulusan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), 203 lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), 46 lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), 243 lulusan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), 81 lulusan Fakultas Ilmu Sosial (FIS), 61 lulusan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), 84 lulusan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI), serta 196 lulusan Fakultas Sains dan Teknologi (FST).
Pada wisuda kali ini, UINSU mengusung tema “Memperkokoh Posisi Alumni UINSU Medan Dalam Memperkuat Ketahanan Masyarakat di Tengah Krisis Global.” Tema tersebut dinilai relevan dengan kondisi dunia saat ini yang diwarnai konflik geopolitik, ketidakpastian ekonomi, krisis lingkungan hingga persoalan moral dan sosial.
Menurut Nurhayati, berbagai gejolak global yang terjadi saat ini menjadi pengingat bahwa dunia saling terhubung dan setiap krisis yang muncul dapat berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, termasuk Indonesia.
“Krisis global hari ini tidak hanya menguji kekuatan sistem, tetapi juga menguji ketahanan manusia itu sendiri,” katanya.
Karena itu, alumni perguruan tinggi disebut memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan masyarakat, baik secara intelektual, ekonomi, sosial maupun spiritual. Ia meminta para lulusan UINSU tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi di tengah tantangan zaman.
“Jangan menjadi penonton dalam dinamika global, tetapi jadilah pelaku yang membawa arah perubahan,” tegasnya.
Selain itu, Nurhayati juga mengingatkan para wisudawan agar terus belajar, menjaga integritas dan menjunjung nilai-nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat.
“Keberhasilan bukan hanya tentang apa yang Saudara capai, tetapi tentang apa yang Saudara berikan,” ujarnya.
Di akhir pidatonya, Rektor UINSU turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua dan keluarga wisudawan yang telah mendampingi perjuangan para mahasiswa hingga berhasil meraih gelar akademik.
“Keberhasilan anak-anak kita sesungguhnya adalah buah dari cinta dan ketulusan orang tua,” pungkasnya.(Red)
