EDISIMEDAN.com, BINJAI – Kasus dugaan pelecehan terhadap pelajar Binjai inisial RF (16) warga Kampung Binjai , Kecamatan Binjai Kota oleh pejabat Binjai kembali mencuat setelah orang tua RF, Rahmad Ilham Rawi menghubungi wartawan, Kamis (7/8/2025) siang.
Menurut Rahmad Ilham.Rawi, ia masih belum terima atas perlakuan pejabat tersebut kepada anaknya RF. “Tadi anak saya RF di tanyai petugas PPA Polres Binjai karena berita naik lagi di Seputar Binjai ,” ujar Rahmad Ilham Rawi di Icut Coffe Kartini Binjai.
“Akibat naik lagi di seputar Binjai anak saya tadi di tanyai di Unit PPA Binjai,” jelas Rahmad Ilham Rawi
“Kalo soal buat laporan polisi , ini masih kami pertimbangkan tapi yang jelas saya belum terima atas dugaan perlakuan Amr,” tegas Rahmad Ilham Rawi seraya ngaku Amr telah minta maaf.
Sementara inisial RF pelajar , mengaku kala itu dalam ruangan ada 4 orang . “Teman saya pegangan tangan dengan staf pejabat Amr “Pembahasan Amr dengan saya waktu itu entah kemana- mana . Ya .. dia meraba paha saya ,” ujar RF.
“Kejadiannya antara Januari atau Februari 2025, saya agak lupa,” jelas RF.
Ketika di tanya setelah kejadian, EF mengaku pergi meninggalkan ruangan dan tidak ada CCTV di situ,” ujar RF.
Kemudian berdasarkan berita yang kami kutip dari media online Orbitdigitaldaily pada Senin (3/2/2025) yang berjudul Kabid Adset dan Staf BPKAD Binjai Dituding Lakukan Pelecehan kepada Siswi SMKN Saat PKL
Kepala Bidang (Kabid) Aset Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Binjai berinisial AMR diduga melakukan pelecehan kepada dua orang siswi SMK Negri 1 Kota Binjai saat menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di kantor tersebut.
Informasi berhasil dihimpun menyebutkan, kedua siswi SMK Negri yang merasa dilecehkan itu telah melapor ke Guru Pembimbing dan guru Counseling SMK Negri 1 Binjai beberapa hari yang lalu didamping masing –masing orang tua.
Guru Pembimbing SMK Negri 1 Binjai Fajar didamping Guru Pembimbing Counseling SMK Negri 1 Binjai Ibu Regar saat dikonfirmasi harian Orbit membenarkan bahwa kedua siswinya telah melapor terkait dugaan adanya pelecehan saat menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di kantor BPKAD.
Kedua Guru Pembimbing itu menyebutkan, jenis pelecehan yang diduga dilakukan Kabid Asset beserta Staffnya berdasarkan laporan dari kedua siswinya, yakni memegang tangan dan menjanjikan Nilai yang bagus atas PKL dan banyak lagi yang tidak pantas kita sebutkan.
Saat ini, pihak sekolah akan mendalami kasus itu dengan memanggil kembali Kedua Siswi yang saat ini PKL di BPKAD.
“Kami juga akan melaporkan kepada Bapak Kepala Sekolah untuk dimintai tindak lanjut atas kasus pelecehan ini yang menimpa kedua siswinya saat PKL di Kantor BPKAD Pemko Binjai,” ujar Fajar.
Akibat pelecahan tersebut kata Fajar, kedua Siswi tersebut dipanggil dan bawa pulang untuk menyelamatkan dan menghindari hal –hal yang tidak diinginkan, dan selanjutnya dipindahkan PKL-nya ke Kantor POS kota Binjai, ungkap kedua guru pembimbing tersebut.
Kabid Aset BPKAD Pemko Binjai Amr didampingi Staffnya I saat dikonfirmasi Harian Orbit di ruang kerjanya Kamis (30/1/2025) membenarkan dan mengakui bahwa kedua Siswi SMK Negri 1 Kota Binjai itu magang di BPKAD.
”Ya benar, mereka belajar dan berlatih bekerja (Magang) di kantor ini (BPKAD Kota Binjai –red), namun saya tidak pernah bertindak senonoh kepada mereka berdua,” ujar Amr
“Saya terkejut mendengarnya, terus terang saya tidak pernah melakukan kontak fisik dengan mereka, apalagi pelecehann” ungkap Kabid Aset Pemko Binjai.
Ketika ditanya mengapa salah seorang siswi menangis, membrontak dan mengamuk ketika mendapat perlakuan tidak senonoh dari pihaknya, Kabid Aset tersebut juga membantah dan mengatakan,
“Sepengetahuan saya tidak pernah ada recok (ribut) di kantor saya ini,“ pungkasnya. (red)
