EDISIMEDAN.com, DAIRI – PT Dairi Prima Mineral (PTDPM) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui peluncuran Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) pada pilar kemandirian ekonomi. Program tersebut difokuskan pada pengembangan budidaya perikanan air tawar dan penguatan sektor agribisnis di wilayah operasional perusahaan.
Mengawali rangkaian kegiatan pada April 2026, PTDPM menginisiasi Demonstration Plot (Demplot) sebagai cikal bakal pionir budidaya ikan air tawar bagi warga Desa Ring 1. Bersamaan dengan itu, perusahaan juga menggelar Pelatihan Budidaya Perikanan Air Tawar di Desa Polling Anak, Kabupaten Dairi.
Program tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan resmi pemerintah desa yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Perikanan. Sebanyak 13 pemilik kolam ikan mengikuti pelatihan intensif yang mencakup standarisasi kolam, pengujian pH air, pengelolaan pakan, hingga praktik budidaya yang mengedepankan kualitas dan keberlanjutan.
Chief Legal and External Relation Officer PT Dairi Prima Mineral, Radianto Arifin mengatakan, perusahaan hadir tidak hanya sebagai mitra, tetapi juga sebagai pendorong utama pemberdayaan masyarakat.
“Melalui pelatihan budidaya perikanan air tawar ini, PTDPM berkomitmen mendukung peningkatan ekonomi berbasis potensi lokal secara berkelanjutan, agar masyarakat dapat mandiri dan berkembang,” ujar Radianto, Jumat (8/5/2026).
Sebagai bentuk dukungan nyata, PTDPM turut menyalurkan berbagai sarana pendukung seperti pembuatan keramba ikan, instalasi saluran air menggunakan paralon, penyediaan benih ikan bersertifikat, hingga pakan berkualitas tinggi.
Perusahaan meyakini penguatan sektor perikanan darat menjadi salah satu potensi strategis dalam meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Tidak hanya fokus pada sektor perikanan, PTDPM juga menjalankan berbagai program penguatan ekonomi lokal di bidang agribisnis. Perusahaan merancang program untuk mengoptimalkan potensi unggulan wilayah operasional yang dikenal sebagai sentra produksi kopi robusta, kakao, dan durian.
Dalam implementasinya, PTDPM bersinergi dengan Dinas Pertanian, PPL, pemerintah desa, serta kelompok tani untuk memberikan pelatihan teknis, membuka akses pasar, dan mendukung penyediaan sarana produksi.
Salah satu program tersebut diwujudkan melalui peningkatan kapasitas pertanian di Sopogadong yang diikuti 47 petani terpilih dari total 200 kandidat program tahun 2025.
Para peserta mendapatkan pelatihan budidaya kopi, kakao, dan durian, termasuk teknik pengendalian hama serta dukungan pupuk khusus dan vitamin tanaman guna meningkatkan produktivitas hasil panen.
Radianto berharap berbagai inisiatif terintegrasi yang dijalankan PTDPM dapat mendorong Desa Polling Anak menjadi contoh pengembangan budidaya perikanan air tawar yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.
“Program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara luas di wilayah sekitar,” tutupnya. (Red)
