Tim Pengabdian LPPM USU Perkuat Manajemen dan Strategi Usaha Laundry di Pesantren Ulumul Quran Stabat

EDISIMEDAN.com, MEDAN– Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM USU) melaksanakan kegiatan bertajuk Manajemen Usaha dan Strategi Usaha Laundry di Pesantren Ulumul Quran Stabat pada Sabtu, 18 Juli 2026, di Pesantren Ulumul Quran, Kota Stabat. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi Universitas Sumatera Utara dalam mendukung pengembangan unit usaha produktif di lingkungan pesantren. Tim pengabdian diketuai oleh Dr. Hatta Ridho, S.Sos., MSP., dengan anggota Dr. Husni Thamrin, S.Sos., MSP., dan Dr. Solahuddin Nasution, S.E., MSP.

Program pengabdian tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pengelola pesantren dalam membangun usaha laundry yang profesional, tertib, berkelanjutan, serta mampu memberikan manfaat ekonomi dan pendidikan bagi pesantren. Usaha laundry tidak hanya dipandang sebagai kegiatan jasa pencucian pakaian, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan, kedisiplinan, tanggung jawab, pelayanan, dan kemandirian ekonomi bagi para santri. Pihak Pesantren Ulumul Quran Stabat diwakili oleh Bapak Muhammad Iqbal, S.Sos. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada LPPM USU dan tim pengabdian yang telah memilih Pesantren Ulumul Quran sebagai mitra kegiatan.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada LPPM Universitas Sumatera Utara serta seluruh tim pengabdian yang telah berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada kami. Materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan pesantren, khususnya dalam membangun unit usaha laundry yang dikelola secara tertib, amanah, profesional, dan berorientasi pada keberlanjutan. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan hari ini, tetapi dapat dilanjutkan melalui pendampingan, evaluasi, serta pengembangan jaringan usaha agar unit laundry pesantren dapat berkembang menjadi sumber kemandirian ekonomi sekaligus tempat belajar kewirausahaan bagi para santri.”

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama berjudul Manajemen Usaha dan Strategi Usaha Laundryoleh Dr. Hatta Ridho, S.Sos., MSP. Materi tersebut membahas peluang pengembangan laundry di lingkungan pesantren, penyusunan model usaha, pembagian tugas pengelola, standar operasional prosedur, manajemen keuangan, strategi pemasaran, pengendalian risiko, serta rencana implementasi usaha secara bertahap.

Dalam pemaparannya, Dr. Hatta Ridho menjelaskan bahwa lingkungan pesantren memiliki kebutuhan pencucian pakaian yang rutin dan relatif stabil. Kondisi tersebut dapat dikembangkan menjadi peluang usaha produktif dengan mengedepankan nilai amanah, kebersihan, kerapian, ketepatan waktu, dan kualitas pelayanan. Pengelolaan usaha juga perlu didukung dengan pencatatan pelanggan, pelabelan pakaian, pengendalian kualitas, pencatatan keuangan, pembagian tugas, serta evaluasi berkala.

Unit laundry pesantren diharapkan dapat dimulai dari pelayanan kebutuhan internal bagi santri, guru, dan pegawai pesantren. Setelah kualitas layanan dan sistem pengelolaannya stabil, jangkauan pelayanan dapat diperluas secara bertahap kepada alumni dan masyarakat sekitar. Dengan manajemen yang tertib, unit laundry dapat menjadi sumber pendapatan sekaligus laboratorium kewirausahaan bagi santri.

Materi kedua berjudul Modal Sosial dalam Membangun Semangat Kelompok disampaikan oleh Dr. Husni Thamrin, S.Sos., MSP. Materi ini menekankan pentingnya kepercayaan, norma bersama, komunikasi, hubungan timbal balik, kepemimpinan, dan jaringan sosial dalam membangun kelompok pengelola usaha yang solid. Dr. Husni Thamrin menjelaskan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya bergantung pada ketersediaan mesin, modal, dan kemampuan teknis. Keberhasilan juga ditentukan oleh kekompakan anggota kelompok, pembagian peran yang adil, komunikasi terbuka, rasa memiliki, serta kesediaan setiap anggota untuk saling membantu. Modal sosial menjadi energi yang mengubah sekumpulan individu menjadi kelompok yang mampu bekerja bersama untuk mencapai tujuan.

Beberapa strategi yang disampaikan untuk memperkuat modal sosial adalah merumuskan tujuan bersama, menyediakan ruang dialog secara rutin, membagi tugas berdasarkan kemampuan anggota, memberikan penghargaan terhadap setiap kontribusi, serta memperluas jaringan dengan tokoh, lembaga, alumni, dan mitra usaha. Kelompok yang kuat ditandai dengan meningkatnya kehadiran anggota, terbukanya komunikasi, tumbuhnya kepercayaan, terkendalinya konflik, dan terlaksananya kegiatan secara gotong royong.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Para peserta membahas berbagai persoalan praktis, seperti penentuan harga layanan, pembagian tugas pengelola, pengendalian pakaian agar tidak tertukar, pencatatan pemasukan dan pengeluaran, penanganan keluhan pelanggan, perawatan peralatan, serta upaya menjaga semangat dan kekompakan kelompok.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Hatta Ridho, S.Sos., MSP., menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menghasilkan tindak lanjut berupa penyusunan struktur pengelola, standar operasional prosedur, sistem pencatatan keuangan, pembagian tanggung jawab, dan rencana pengembangan usaha laundry Pesantren Ulumul Quran Stabat.

“Keberlanjutan usaha laundry sangat ditentukan oleh tiga hal, yaitu manajemen yang tertib, pelayanan yang amanah, dan strategi pengembangan yang dilakukan secara bertahap. Kami berharap pengelola dan para santri dapat menerapkan materi yang diperoleh sehingga unit laundry berkembang menjadi usaha yang sehat, mandiri, dan memberikan manfaat bagi seluruh warga pesantren,” ujar Dr. Hatta Ridho.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, LPPM USU menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis pengetahuan, penguatan kapasitas kelembagaan, pengembangan kewirausahaan, dan pemanfaatan potensi lokal. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pesantren diharapkan dapat terus berlanjut melalui kegiatan pendampingan, monitoring, evaluasi, dan pengembangan unit-unit usaha produktif lainnya.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan usaha laundry Pesantren Ulumul Quran Stabat sebagai unit usaha yang bersih, tertib, terpercaya, bernilai ekonomi, serta mampu menjadi media pembelajaran kewirausahaan dan penguatan karakter bagi para santri.(red)

You May Also Like

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *