EDISIMEDAN.com, MEDAN – Pak Paino, seorang lansia tangguh yang masih berjuang sebagai tukang becak sepeda, setiap harinya hanya memperoleh penghasilan sekitar Rp10.000–15.000. Jumlah tersebut jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok, bahkan untuk sekadar makan sehari-hari.
Di masa tuanya, ketika sebagian orang sudah beristirahat, Pak Paino masih menunjukkan semangat luar biasa. Dengan sisa tenaga, beliau terus mengayuh becak demi bisa bertahan hidup.
Alhamdulillah, Rumah Zakat hadir untuk sedikit meringankan beban beliau. Tim program mengajak Pak Paino berbelanja kebutuhan pokok yang bisa digunakan untuk mencukupi keperluan hariannya. Raut haru dan gembira pun tak bisa disembunyikan dari wajahnya.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada donatur dan Rumah Zakat yang telah membantu. Saya tidak menyangka mendapat rezeki yang tidak terduga hari ini,” ujar Pak Paino penuh kebahagiaan.
Pak Paino hanyalah satu dari banyaknya lansia di luar sana, yang meski tubuh tak lagi prima, tetap teguh berjuang dengan semangat luar biasa.
Ridho Wiyahya, selaku tim program penyaluran Rumah Zakat, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata, dalam membahagiakan para lansia yang masih harus berjuang di usia senja. Alhamdulillah, berkat zakat dan sedekah dari para donatur, Rumah Zakat bisa hadir untuk Bikin Bahagia Pak Paino. Senyum tulusnya menjadi saksi bahwa kebaikan sekecil apapun mampu memberi arti besar. (red)
