EDISIMEDAN.com, MEDAN– Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menegaskan bahwa Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan penyuluh pertanian memiliki peran vital dalam menjaga ketahanan pangan di daerah tersebut, sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat sektor pertanian menuju swasembada.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, di Medan, Senin, mengatakan bahwa Babinsa dan para penyuluh pertanian menjadi garda terdepan dalam melakukan sosialisasi penyerapan gabah kering panen (GKP) dari para petani di berbagai daerah.
“Pada musim panen, Babinsa dan penyuluh turun langsung ke lapangan mengimbau petani menjual gabah kepada Bulog,” ujar Budi.
Menurutnya, mereka juga memberikan edukasi kepada petani terkait harga penyerapan GKP oleh Bulog yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.
Budi menyebut keberadaan Babinsa dan penyuluh di setiap kecamatan sangat membantu mempercepat proses sosialisasi. Selain itu, mereka memiliki kontribusi penting dalam menyampaikan data potensi penyerapan GKP kepada Bulog.
“Peran Babinsa dan penyuluh sangat besar dalam meningkatkan penyerapan GKP dari petani di Sumut. Ke depan, kami optimistis penyerapan dapat terus meningkat,” ucapnya.
Bulog Sumut mencatat penyerapan hingga 48.574 ton setara GKP atau 24.287 ton setara beras.
Budi berharap sinergi tersebut terus ditingkatkan guna memperkokoh ketahanan pangan di Sumut. Ia menambahkan, selain Babinsa dan penyuluh, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) juga berperan besar membantu penyerapan komoditas jagung.
“Saat ini pengadaan jagung pipil kering (JPK) oleh Bulog Sumut terus dibantu oleh Polres dan jajaran Bhabinkamtibmas. Hampir 80 persen dari total pemasukan JPK di gudang Bulog merupakan hasil dukungan mereka,” pungkas Budi.(red)









