TNI AL Terobos Jalur Terputus, 320 Ton Beras Negara Dikirim ke Nias

EDISIMEDAN.com,  MEDAN–  Negara tidak tinggal diam. Saat jalur darat lumpuh pascabencana, TNI Angkatan Laut bersama Perum BULOG Kanwil Sumatera Utara turun langsung menerobos keterisolasian wilayah dengan mengirimkan 320 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) ke Pulau Nias.

Pengiriman beras dilakukan melalui jalur laut dari Pelabuhan Belawan, Medan menuju Pelabuhan Angin, Nias, dengan dukungan penuh TNI AL Koarmada I Belawan. Langkah ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjamin pangan masyarakat di wilayah terdampak bencana dan daerah yang mengalami gangguan distribusi logistik.

Misi kemanusiaan ini bukan yang pertama. Sebelumnya, TNI AL telah mengerahkan KRI Rajiman untuk mengangkut 180 ton beras CBP dari Pelabuhan Teluk Bayur, Padang ke Pelabuhan Sibolga pada 15 Desember 2025. Rangkaian operasi ini menegaskan peran strategis TNI AL sebagai garda terdepan distribusi pangan nasional saat jalur sipil tidak lagi dapat diandalkan.

Dukungan TNI AL menjadi sangat krusial, terutama bagi wilayah Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, yang hingga kini masih terkendala pemulihan akses darat akibat bencana. Tanpa jalur laut, pasokan pangan bagi masyarakat berisiko terhenti.

Seluruh stok beras yang diangkut melalui dua kapal perang tersebut akan dikelola oleh Bulog Kancab Sibolga dan Kancab Nias, dan digunakan sepenuhnya untuk bantuan bencana alam, bantuan pangan masyarakat, serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Pimpinan Wilayah Perum BULOG Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, menyampaikan apresiasi tinggi kepada TNI AL. Ia menegaskan bahwa sinergi ini menjadi penopang utama ketahanan pangan masyarakat di tengah situasi darurat.

> “Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI AL, khususnya Koarmada I Belawan, yang telah membantu distribusi beras ke wilayah bencana dan daerah dengan gangguan logistik. Ini adalah bentuk nyata kolaborasi negara untuk melindungi rakyat,” tegas Budi.

 

Di tengah bencana dan keterbatasan infrastruktur, beras negara tetap bergerak, kapal perang tetap berlayar, dan negara hadir untuk rakyatnya.(red)

You May Also Like

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *