EDISIMEDAN.com, MEDAN – Pada triwulan 1 tahun 2025, jumlah kasus HIV yang ditemukan sudah berjumlah 398 kasus. Selain itu, kasus HIV cenderung meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah 2021.
Berikut ini tren kasus HIV Kota Medan Tahun 2006 sampai dengan Triwulan 1 2025:
- Kasus HIV cenderung meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah 2021.
- Kasus AIDS sempat mengalami fluktuasi dan penurunan pada beberapa periode, tetapi meningkat tajam pada tahun 2023 dan 2024
- Pada tahun 2023 ditemukan 1.800 kasus HIV , dan meskipun sedikit menurun pada 2024 1.696 kasus, angka ini tetap tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan kasus terjadi selain karena semakin baiknya kegiatan penjangkauan di kota Medan juga karena sudah tidak ada lagi pemisahan NIK yang berasal dari luar kota Medan, semua yang ditemukan positif HIV di fasilitas kesehatan di Kota Medan secara otomatis akan terdata di aplikasi SIHA 2.1 walaupun memiliki NIK dari kabupaten/kota lain.
- Pada triwulan 1 tahun 2025, jumlah kasus HIV yang ditemukan sudah berjumlah 398 kasus.
Data-data ini dikutip dari Aplikasi SIHA Data Dinas Kesehatan Kota Medan
Berikut ini jumlah kasus baru berdasarkan Kelompok Risiko tahun 2024:
Faktor Risiko Utama (Persentase Tinggi)
• LSL (Laki-laki Seks dengan Laki-laki) – 46.2%
– LSL merupakan kelompok dengan risiko tinggi terhadap HIV/AIDS karena faktor perilaku seksual yang melibatkan hubungan tanpa perlindungan.
• Lain-lain – 26.3%
– Meskipun tidak termasuk dalam kelompok berisiko tinggi secara spesifik, lain-lain diatas yang dimaksud bisa merupakan terpapar melalui berbagai resiko, seperti hubungan seksual tanpa perlindungan, transfusi darah, atau penggunaan jarum suntik yang tidak steril.
• TB (Tuberkulosis) – 12.3%
– TB sering dikaitkan dengan HIV karena sistem imun yang lemah membuat penderita lebih rentan terhadap infeksi sekunder.
Kesimpulan yang bisa diungkapkan, yakni:
• Jumlah ODHIV yang ditemukan di Kota Medan sejak tahun 2006 sampai dengan 2024 berjumlah 9883 kasus.
• ODHIV yang dalam pengobatan sampai tahun 2024 berjumlah 6619.
• Kelompok dengan risiko tertinggi: LSL, populasi umum, penderita TB, pasangan ODHIV, dan pelanggan pekerja seks.
• Kelompok dengan risiko sedang: Ibu hamil, orang dengan IMS, pekerja seks, dan waria.
• Kelompok dengan risiko lebih rendah: Anak ODHIV, warga binaan, calon pengantin, dan pengguna narkoba suntik.
Pertanyaan lanjutan dari data-data tersebut, yakni :
1. Jumlah total penderita HIV-AIDS kota Medan sejak 2006-2024 adalah sebanyak : 9.883.
2. Terjadi peningkatan penemuan kasus, terutama pada faktor resiko LSL. Pada tahun 2023 ditemukan 1.800 kasus HIV , dan meskipun sedikit menurun pada 2024 1.696 kasus, angka ini tetap tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan kasus terjadi selain karena semakin baiknya kegiatan penjagkauan di kota Medan juga karena sudah tidak ada lagi pemisahan NIK yang berasal dari luar kota Medan, semua yang ditemukan positif HIV di fasilitas kesehatan di Kota Medan secara otomatis akan terdata di aplikasi SIHA 2.1 walaupun memiliki NIK dari kabupaten/kota lain.
3. Usia paling banyak ditemukan kasus HIV-AIDS di Kota Medan adalah usia produktif antara 25-49 tahun.
4. Faktor risiko tertinggi penyumbang penularan HIV saat ini di kota Medan adalah dari faktor resiko LSL (Lelaki Seks Lelaki).
5. Upaya yang sudah dan masih terus dilakukan :
– Perluasan layanan tes
– Perluasan layanan PDP
– Pertemuan organisasi profesi terkait perluasan tes ke bidan mandiri dan DPM
– Pelaporan HIV dilakukan secara online berbasis web menggunakan aplikasi SIHA 2.1
– Pembinaan layanan dengan bimtek dan supervisi
– Pemeriksaan Viral Load secara gratis sebagai tolak ukur keberhasilan pengobatan ARV
– Sosialisasi pengurangan Stigma dan Diskriminasi, baik di Puskesmas dengan pemanfaatan dana BOK, juga mengadakan sosialisasi secara daring untuk peningkatan kapasitas petugas kesehatan dan penurunan sitgma di kalangan tenaga kesehatan
– Kerja sama lintas sektor lintas program dan komunitas HIV yang ada di Kota Medan (KPA, PKBI, Medan Plus, Galatea, YKS, dan lain-lain)
– Kerja sama dengan Kemenag Kota Medan dalam skrining HIV pada calon pengantin sejak 2016 hingga sekarang
– Penyediaan logistik HIV sumber dana DAK BOK selain dari dana APBN dan hibah. – Kegiatan validasi data secara rutin
– Penjangkauan tes untuk Populasi kunci dan semua populasi berisiko terinfeksi HIV sesuai dengan sasaran SPM.
6. Imbauan dengan motode ABCDE, yakni:
A = Abstinance (tidak melakukan prilaku berisiko yang bisa menjadi sumber penularan virus HIV.)
B = Be faithful (setia pada satu pasangan/tidak berganti-ganti pasangan)
C = Condom (penggunaan kondom pada perilaku beresiko)
D = No DRUGS (tidak menggunakan narkoba)
E = Education (memberikan informasi dan edukasi yang benar terkait HIV bagaimana penularan dan pencegahannnya).
(red)
