EDISIMEDAN.com, MEDAN- Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Sumatera Utara bersama Komunitas Cinta Sehat, berkolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumut, Pemerintah Kecamatan Medan Kota dan Pemerintah Kelurahan Mesjid, menggelar bakti sosial di Musholla Ar Rahman, Jalan Samarinda, Medan, Sabtu (15/8/2026).
Selain pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat, kegiatan ini diisi dengan berbagai perlombaan untuk memeriahkan HUT ke-81 RI. Warga dari berbagai latar belakang etnis turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Camat Medan Kota, Mhd. Andi Syahputra, mengapresiasi inisiatif masyarakat yang secara konsisten menggelar kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya partisipasi sekaligus pemberdayaan masyarakat.
“Ini luar biasa sekali. Partisipasi masyarakat dan pemberdayaan masyarakat sangat bagus. Bapak ini dari tahun ke tahun sudah membuat bakti sosial, pelayanan kesehatan gratis, bahkan menggunakan dokter-dokter yang andal,” ujar Andi.
Ia mengatakan, pelayanan kesehatan gratis tersebut mendapat respons positif dari masyarakat, termasuk warga yang bukan berasal dari lingkungan sekitar.
Andi berharap kegiatan serupa dapat memberikan dampak lebih luas dan menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.
“Kalau bisa ini berimpact kepada yang lain juga. Ini sangat bagus sekali, menjadi contoh bagi yang lain, membuat perayaan untuk masyarakat sekitar,” katanya.
Lurah Mesjid, Safril Anis Pane, mengatakan kegiatan tersebut diikuti lebih dari 50 peserta. Selain kegiatan bakti sosial, pelayanan kesehatan juga telah dilakukan secara rutin bagi masyarakat sekitar.
“Untuk kepesertaan lebih kurang 50 lebih. Untuk kesehatan, setiap bulan dua kali. Alhamdulillah hampir keluarga sekitar selalu berorientasi untuk pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Safril menilai kegiatan tersebut juga menjadi ruang yang efektif untuk mempererat hubungan antarwarga dari berbagai etnis.
Menurutnya, keberagaman warga dapat dipersatukan melalui kegiatan sosial yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.
“Alhamdulillah, kebetulan promotornya juga Bapak Husni, keturunan Tionghoa. Mereka bersama dengan kami bisa mempersatukan semuanya, jadi satu dengan wadahnya juga di tempat rumah ibadah Muslim,” katanya.
Ia berharap pelayanan kesehatan tersebut dapat terus berjalan sehingga masyarakat, khususnya warga lanjut usia, mendapatkan perhatian kesehatan secara berkelanjutan.
“Harapannya mudah-mudahan jangan ada yang sakit lagi. Itu yang pertama. Yang kedua, banyak lansia kita di sini,” ujarnya.
Penggagas bakti sosial, Husni, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari komunikasi dan kebersamaan dari personel Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang selama ini sering berkumpul dan berdiskusi mengenai kebutuhan masyarakat.
“Kami sering duduk di apotek, ngopi-ngopi, makan rujak dan sebagainya. Kemudian muncul permintaan supaya dibuat acara. Akhirnya kami memilih tanggal 15,” kata Husni.
Untuk pelayanan kesehatan, Husni mengatakan pihaknya mendapat dukungan PDUI dan IDI Sumut sehingga dapat menghadirkan dokter umum maupun dokter spesialis.
“Karena kami didukung oleh pihak PDUI dan IDI, kami tidak kesulitan untuk mendapatkan dokter umum dan dokter spesialis,” ujarnya.
Menurut Husni, pelayanan kesehatan yang digelar bersama Komunitas Cinta Sehat tersebut telah memasuki kegiatan ke-31.
Pada 2025, pelayanan dilakukan sejak September hingga Desember 2026 dengan frekuensi empat kali dalam sebulan. Sementara pada 2026, pelayanan dilanjutkan dua kali setiap bulan.
“Kalau dihitung sampai hari ini sudah 31 kali. Kami sudah punya jadwal sampai 31 Desember,” katanya.
Husni menegaskan pelayanan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kelurahan Mesjid. Masyarakat dari kawasan lain juga datang untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan.
“Ini bukan hanya untuk warga Kelurahan Mesjid. Banyak warga dari mana-mana juga ada. Hampir 10 sampai 20 persen orang luar,” ujarnya.
Ia mengatakan obat diberikan kepada pasien untuk kebutuhan selama 15 hari dan masyarakat dapat kembali melakukan pemeriksaan sesuai kebutuhan.
“Kalau Desember dari PDUI dengan IDI tetap mendukung, kami akan berjalan tetap untuk warga sini. Mudah-mudahan kita semuanya sehat,” katanya.
Ketua PDUI Sumut, dr. Rudy Sambas, di dampingi Penasehat PDUI Sumut, dr. Edy Ardiansyah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi tenaga kesehatan dengan masyarakat dalam memperluas akses pelayanan kesehatan.
Ia menyebut pemeriksaan yang dilakukan merupakan tahap awal untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, kegiatan mendapat dukungan Puskesmas Teladan dan Dinas Kesehatan Kota Medan.
“Ini tahap awal, pemeriksaan awal. Alhamdulillah kami didukung oleh Puskesmas Teladan. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Medan,” kata Rudy.
Rudy mengatakan keterlibatan dokter umum dan dokter spesialis menjadi bagian dari upaya memberikan pelayanan yang lebih komprehensif kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir dokter spesialis, di antaranya dr. Anna, dr. Windia, serta dr. Andi yang merupakan spesialis paru.
“Karena kami melihat banyak juga anak di sini yang membutuhkan perhatian, terutama terkait paru-paru. Banyak yang kami lihat batuk-batuk atau berat badannya lama bertambah,” ujarnya.
Rudy menambahkan, kegiatan sosial seperti ini juga menjadi bentuk kolaborasi yang saling menguatkan antara organisasi profesi dokter dan masyarakat.
“Kami dari IDI dan PDUI mengucapkan terima kasih kepada Pak Husni, warga dan panitia. Kami saling melengkapi dan berkoordinasi untuk membantu masyarakat, khususnya di Kelurahan Mesjid,” katanya.(red)





















