Momen Istimewa, Ketum PP Muhammadiyah,  Kapolri  Hadiri PKKMB UMSU 2026

EDISIMEDAN.com,  MEDAN– Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 diikuti 6.027 mahasiswa. Acara dengan tema “Satu Klik Sejuta Dampak” belangsung pada Senin (28/9) di pelataran Kampus Jalan Muchtar Basri No.3 Medan.

Dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Gubernur Sumatera Utara, Wakil Menteri, Bupati Deli Serdang, Walikota Medan, dan Para Anggota Dewan di tingkat daerah.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. dalam sambutamnya mengingatkan mahasiswa baru bahwa berkuliah di UMSU berarti berada di rumah besar pergerakan Muhammadiyah yang senantiasa berorientasi memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Bacaan Lainnya

“Pendidikan adalah pilar strategis dalam membangun peradaban bangsa secara bertahap (thabaqan ‘an thabaq). Belajarlah dari bangsa-bangsa maju di dunia yang bangkit melalui etos belajar dan kemandirian. Jangan pernah menyandarkan masa depan kepada orang lain, karena perubahan nasib bangsa ada di tangan kalian sebagai pelaku perubahan menuju Indonesia Emas,” pesan Prof. Haedar Nashir.

Kemudian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit memberikan kuliah umum drngan menyoroti ancaman ruang siber seperti kejahatan narkotika lintas batas via platform digital, judi online, penipuan berbasis rekayasa sosial, hingga fenomena bandwagon effect di media sosial yang rentan memicu polarisasi bila tidak diimbangi literasi digital yang kokoh.

Lebih lanjut, Kapolri memotivasi mahasiswa untuk memanfaatkan jendela momentum bonus demografi Indonesia menjelang 2030–2035 agar negara ini keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap).

“Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan yang harus bermental baja. Anda ditempa bukan di ruang yang serba mudah, melainkan melalui kemampuan beradaptasi dan integritas menyelesaikan masalah bangsa. Jaga persatuan di tengah keanekaragaman, jauhi narkoba, dan jadilah pionir transformasi kepemimpinan digital Indonesia,” tegas Kapolri disambut gemuruh tepuk tangan ribuan mahasiswa di auditorium.

Dukungan terhadap kemajuan pendidikan tinggi di Sumatera Utara turut ditegaskan oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M., dalam sambutannya. Gubernur mengapresiasi kontribusi nyata UMSU dalam mencetak generasi terdidik dan mengumumkan alokasi beasiswa dari Pemerintah Provinsi Sumut untuk mahasiswa UMSU. Bobby juga menekankan pentingnya respons adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

“Sesuai tema hari ini, di era kecerdasan buatan dan lompatan teknologi yang begitu cepat, mahasiswa UMSU tidak boleh sekadar menjadi konsumen digital, melainkan harus mampu menjadi produsen, inovator, dan pencipta karya yang berdaya saing,” tutur Bobby.

Sebelumnya, Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd mengatakan ini adalah momen istimewa dan bangga atas bergabungnya 6.027 mahasiswa baru pada jenjang S1, S2, dan S3, sehingga total mahasiswa aktif UMSU kini menembus angka 29.617 orang.

Rektor menyampaikan bahwa status UMSU sebagai perguruan tinggi Islam di bawah naungan persyarikatan Muhammadiyah tidak menutup pintu bagi masyarakat beragama lain. Keberadaan lebih dari seribu mahasiswa nonmuslim menjadi bukti nyata bahwa atmosfer akademik di UMSU mengedepankan toleransi, rasa aman, dan kesetaraan hak belajar.
Kehadiran mahasiswa lintas agama dan bersanding pula dengan diterimanya 46 mahasiswa internasional dari kawasan Asia dan Afrika. Saat ini terdapat 117 orang mahasiswa aktif yang menempuh pendidikan di UMSU. Hal ini mencerinkan keragaman, kemajemukan dan nilai-nilai universal Islam berkemajuan yang inklusif.

“Peningkatan ini merupakan amanah besar dari masyarakat. UMSU terus berkomitmen menjadi kampus yang unggul, terpercaya, dan inklusif. Di antara mahasiswa baru, terdapat ratusan mahasiswa lintas agama serta mahasiswa asing dari berbagai negara,” ujar Rektor.

Dia juga menyinggung kesiapan UMSU yang dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49 tahun 2027 mendatang, dengan percepatan pembangunan Kampus Terpadu seluas kurang lebih 25 hektar di Kabupaten Deli Serdang, termasuk gedung Auditorium Berkemajuan dan Sport Hall.

Tidak hanya sebagai kampus yang inklusif dan terbuka. UMSU juga menjadi mitra strategis bagi Kepolisian Republik Indonesia. Saat ini terdapat sebanyak 59 personil kepolisian yang sedang menempuh pendidikan lanjut di UMSU, melengkapi tradisi banyaknya alumni korps kepolisian yang telah menyelesaikan studi di kampus ini.

Salah satu figur personil kepolisian tersebut adalah Bripda Garal Habibi Sembiring, yang saat ini menjadi mahasiswa aktif Fakultas Hukum UMSU. Dihadapan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd memperkenalkan Bripda Garal Habibi dengan prestasi membanggakan yaitu sebagai Juara 3 Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional pada cabang Hifzil Qur’an 10 Juz tahun 2026. Menariknya, pada pembukaan PKKMB Tahun 2026 ini, Bripda Garal Habibi bertindak sebagai pembaca ayat suci Al-Qur’an di hadapan Kapolri dan seluruh tamu kehormatan.

Acara ditutup dengan penyerahan cenderamata dari PP Muhammadiyah dan Rektor UMSU kepada Kapolri, sesi foto bersama Forkopimda, serta penampilan seni budaya persembahan orkestra mahasiswa UMSU.

Usai acara, Ketum PP Muhammadiyah, Kapolri, Gubernur Sumut dan Bupati lanjut melakukan peninjauan vanue Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah 2027 di kampus terpadu UMSU di Desa Sampali Percut Sei Tuan. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *