Rektor UMSU Spill Prestasi dan Kegiatan Internasional Mahasiswa kepada Para Orangtua Wisudawan

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mewisuda sebanyak 2.657 lulusan dalam rangka Wisuda Periode II Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari. Pada hari terakhir, Kamis (29/10) sebanyak 809 wisudawan dari 339 wisudawan Fakultas Teknik, 297 wisudawan FIKTI, dan 173 wisudawan Fakultas Pertanian mengikuti prosesi wisuda di Gedung Selecta, Medan.

Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd dalam pidatonya menyampaikan sejumlah prestasi dan kegiatan nasional maupun internasional yang telah dilakukan dan dicapai wisudawan.

“Selama ini anak-anak kita dalam melaksanakan perkuliah di UMSU, kita terus berupaya untuk memberikan pengalaman belajar yang baik secara akademik maupun non akademik,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Rektor UMSU memaparkan berbagai aktivitas nasional dan Internasional para lulusan yang di wisuda. Dia meyakini hal tersebut sebagai langkah awal melahirkan generasi unggul, cerdas dan terpercaya.

“Dari apa yang kita lihat tentunya UMSU bukan kampus kaleng-kaleng, tapi kampus top,” tegasnya.

Prestasi dan kegiatan nasional dan Internasional tersebut di antaranya International Short Course & Community Service on ASEAN, Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Praktikum perkebunan menjadi andalan UMSU membangun hidroponik sayur di Malaysia, Student Mobility, KKN Internasional di Malaysia dan Thailand, Magang di PTPN, melahirkan inovasi Morilac (produk susu bubuk dari daun kelor, susu kambing, dan gula aren) akan di hak paten kan dan akan menjadi produk menjamu tamu di untuk di muktamar Muhammadiyah 49 hingga juara kompetisi di dalam bidang olahraga dan bela diri.

Selain itu, Prof. Akrim juga menyampaikan UMSU meraih anugerah juara tiga Mandaya Awards 2026 kategori Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dari Kementerian Koordinator Sumber daya dan Masyarakat. UMSU sendiri memiliki reputasi di tingkat nasional dan internasional di antaranya terekognisi MQA Malaysia, terakreditasi FIBAA, QS Asia University Ranking peringkat ke-445, The World University Rankings hingga UniRank.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Hasyimsyah Nasution, M.A., dalam arahan dan bimbingannya menekankan pentingnya kesiapan lulusan menghadapi persaingan, terutama di tengah tantangan yang dirasakan generasi muda atau Generasi Z.

Menurutnya, salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini adalah munculnya kegelisahan ketika kompetensi yang dimiliki seseorang dirasakan belum sebanding dengan tingkat persaingan yang harus dihadapi.

“Kompetisi adalah hal yang menyatu dalam kehidupan, hal yang alamiah. Yang menjadi persoalan adalah apakah kita siap,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah, termasuk UMSU, memberikan pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa. Pendidikan tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat.

Sebelumnya, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU, Prof. Dr. Agussani, M.AP, turut menyoroti tata kelola pendidikan UMSU yang dinilainya terus menunjukkan perkembangan. Capaian universitas di tingkat nasional maupun internasional menjadi bukti kemampuan UMSU untuk bersaing dengan perguruan tinggi negeri dan swasta.

“Kami bersyukur manajemen yang disusun oleh universitas dari tahun ke tahun terus menunjukkan kualitas yang sangat membanggakan, baik dari segi tata kelola, pengakuan di dalam maupun luar negeri. Ini membuktikan bahwa UMSU mampu bersaing, baik dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta,” ujarnya.

Ketua BPH mengatakan UMSU tidak hanya berfokus pada proses akademik, tetapi juga berupaya menghasilkan lulusan yang memiliki kreativitas dan mampu berkiprah di berbagai bidang. Dia berharap para alumni tetap mencintai UMSU serta bersedia memberikan masukan dan gagasan berdasarkan pengalaman yang mereka peroleh di dunia kerja.

Acara wisuda dilanjutkan dengan pesan kesan dari Wisudawati UMSU asal Kamboja Ary Saima tentang perjalanannya melaksanakan kuliah di kota Medan dan hadir wisuda tanpa kedua orangtua karena jarak yang jauh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *