KAI Sumut Perkuat Mitigasi Risiko Cuaca, Utamakan Keselamatan dan Kenyamanan Pelanggan

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Memasuki musim penghujan dengan potensi curah hujan tinggi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara meningkatkan keandalan prasarana perkeretaapian melalui pembenahan saluran drainase di sekitar jalur serta pemangkasan pohon yang berpotensi tumbang. Langkah preventif ini dilakukan untuk menjaga keandalan jalur sekaligus meminimalkan risiko gangguan perjalanan kereta api akibat cuaca ekstrem.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan bahwa KAI memahami potensi kerawanan prasarana yang timbul seiring perubahan cuaca. Oleh karena itu, langkah antisipatif terus digencarkan guna memastikan kondisi jalur tetap terjaga dan perjalanan kereta api berlangsung aman.

“KAI Divre I Sumut memahami bahwa perubahan cuaca, khususnya saat memasuki musim penghujan, dapat meningkatkan potensi gangguan terhadap prasarana perkeretaapian. Karena itu, KAI melakukan berbagai langkah antisipatif untuk memastikan kondisi jalur tetap terjaga dan perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan aman,” ujar Anwar.

Bacaan Lainnya

Anwar menjelaskan, salah satu perhatian utama dalam menghadapi musim penghujan adalah memastikan kelancaran aliran air hujan agar tidak menggenangi area sekitar jalur kereta api. Genangan atau aliran air yang tidak terkendali berpotensi mengikis lapisan tanah dan material penyusun badan jalur sehingga dapat memengaruhi kestabilan konstruksi jalan rel.

Sebagai langkah penanganan, KAI melakukan pembuatan dan pembenahan saluran air di sekitar jalur kereta api guna mengarahkan aliran air hujan menuju saluran pembuangan. Sepanjang bulan Oktober 2026, KAI Divre I Sumatera Utara melakukan pembuatan saluran air di 3 (tiga) titik lokasi sejauh 1.650 meter yang berada di sepanjang lintas Stasiun Bajalinggei hingga Stasiun Siantar.

Selain pembenahan saluran air, KAI melaksanakan penopingan atau pemangkasan pohon di sekitar lintasan, terutama terhadap dahan dan pohon yang berpotensi tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang. Dari Januari hingga Oktober 2026, KAI Divre I Sumut telah merealisasikan penopingan di 358 titik yang tersebar di berbagai wilayah di Sumatera Utara.

“Upaya yang KAI Sumut lakukan di antaranya dengan membuat dan membenahi saluran air di sekitar jalur agar tidak terjadi genangan maupun aliran air yang berpotensi mengikis badan jalur kereta api. Kami juga melakukan penopingan pohon untuk mengurangi risiko dahan atau pohon tumbang yang dapat mengganggu perjalanan,” tambah Anwar.

Kesiapsiagaan tersebut turut didukung oleh ketersediaan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) serta pengerahan personel flying gang atau regu gerak cepat untuk mengantisipasi gangguan prasarana secara cepat. Pemeriksaan berkala dipusatkan pada kondisi rel, lingkungan jalur, saluran air, dan titik-titik rawan terdampak cuaca ekstrem.

Berbagai langkah antisipasi ini diharapkan dapat meminimalkan risiko gangguan perjalanan, sehingga masyarakat tetap dapat mengandalkan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, andal, dan nyaman untuk mobilitas sehari-hari.

“KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus meningkatkan keandalan prasarana dan melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan operasional, termasuk yang disebabkan oleh faktor cuaca. Melalui pemeliharaan dan pengawasan secara berkelanjutan, kami berupaya memastikan perjalanan kereta api tetap selamat serta memberikan layanan transportasi yang nyaman bagi masyarakat,” tutup Anwar.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *