EDISIMEDAN.com, MEDAN – Rektor Universitas Islam Negeri Sumatra Utara (UIN Sumut) Prof. Dr. Nurhayati M. Ag. melantik 9 guru besar dalam berbagai bidang ilmu. Pelantikan digelar di Kampus 1 UIN Sumut, Jalan Sutomo Ujung Medan, Kamis (22/5).
Semestinya ada 10 guru besar yang akan dilantik, namun beberapa hari sebelum pelantikan, salah seorang guru besar, yakni Prof. Dr. Hafsah MA meninggal dunia.
Rektor UINSU, Prof. Nurhayati mengatakan, dalam dua tahun terakhir, UIN Sumut Medan telah melaksanakan tiga kali pengukuhan guru besar.
Pertama pada tanggal 11-12 Desember 2023 dimana 20 guru yang dikukuhkan yang berasal dari berbagai bidang keilmuan. Kedua, pada 15 Mei 2024 ada 4 guru besar yang dikukuhkan. Mereka berasal dari bidang Ilmu Dakwah, Ushuluddin dan Syari’ah.
“Ketiga, yang kita gelar sekarang. Ada 9 guru besar yakni dalam bidang Ilmu Ekonomi Islam, Tarbiyah dan Syari’ah. Serta 1 guru besar dalam Ilmu Biologi. Seharusnya kita mendapatkan tambahan 9 guru besar. Namun Allah berkehendak lain. Allah SWT memanggil satu guru besar kita Prof Dr Hafsah MA beberapa waktu yang lalu,” kata Prof. Nurhayati.
Saat ini, sambung Prof Nurhayati, guru besar aktif UIN Sumut tercatat ada 58 orang. Menurut data Kepegawaian dan SDM, sampai periode Mei ini, terdapat sejumlah calon guru besar yang sedang berproses baik di Kementerian Ristek-Dikti ataupun di Kementerian Agama. Jika tidak ada pada Oktober mendatang, UIN Sumut akan kembali mendapat tambahan 12-15 guru besar.
Prof Nurhayati menekankan, besarnya tanggungjawab yang diemban seorang guru besar. Dikatakan Prof Nurhayati, tanggungjawab itu mengacu kepada program Asta Cita Kementeriaan Agama.
Adapun ke delapan Asta Cita itu jelas Prof Nurhayati adalah, kerukunan dan cinta kemanusiaan. Eko teologi. Layanan keagamaan berdampak. Pendidikan unggul, ramah dan terintegrasi. Pesantren berdaya. Pemberdayaan ekonomi rakyat Digitalisasi tata kelola dan terakhir gender dan anak.
“Pertambahan guru besar bukanlah semata-mata pertambahan kuantitas, Kehadiran guru besar baru adalah isyarat yang paling nyata dan kuat, bahwa sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), UINSU Medan terus menerus dan tanpa henti melahirkan dan memproduksi karya-karya ilmiah bermutu yang berguna bagi bangsa dan dan agama,” kata Prof Nurhayati.
Prof Nurhayati menjelaskan, saat ini PTKIN sedang ditantang bagaimana merumuskan kurikulum yang bermuatan moderat dan cinta. UIN Sumut Medan punya tanggungjawab besar untuk melahirkan lulusan dan alumni yang lebih moderat dan toleran.
“Karenanya para guru besar dan civitas akademika UIN Sumut Medan harus dapat menerjemahkan pesan-pesan teologis yang berpihak kepada kemaslahatan alam dan lingkungan hidup. Inilah yang kemudian disebut dengan eko teologi. Demikian juga dengan pemberdayaan ekonomi rakyat yang ditandai dengan penurunan tingkat kemiskinan dan kefakiran di tengah masyarakat dan sebagainya,” kata Prof Nurhayati.
Berikut nama-nama ke-9 guru besar yang dilantik, yakni :
1. Prof. Dr. Ir. M. Idris MP (Fakultas Sains dan Teknologi)
2. Prof. Dr. Chuzaimah Batubara MA (FEBI)
3. Prof. Dr Muhammad Habibi Siregar MAg (FEBI)
4. Prof. Dr. Nispul Khoiri M Ag (FSH)
5. Prof Dr. Salim MPd (FITK)
6. Prof. Dr. Ali Imran Sinaga MAg (FITK)
7. Prof. Dr. Muhammad Faisal Hamdani MAg (FSH)
8. Prof. Dr. Saparuddin SE Ak MAg (FEBI)
9. Prof. Dr. Sukiati SAg MA (FSH)
(red)

