Bank Indonesia Perkuat Daya Tarik Investasi Sumatera Lewat Sumatra Investment Day 2026

EDISIMEDAN.com,  MEDAN– Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara menggelar Sumatra Investment Day 2026 sebagai ajang promosi investasi untuk memperkuat posisi Pulau Sumatera sebagai kawasan investasi yang kompetitif dan berdaya saing global. Forum ini mempertemukan pemerintah, investor, dan pemilik proyek (project owner) guna mempercepat realisasi investasi berkualitas yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung di Medan, Kamis (23/7/2026), dihadiri Gubernur Sumatera Utara yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, para gubernur se-Sumatera, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik Sonny Harry Budiutomo Harmadi, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Ichsan Zulkarnain, Plt Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani, Direktur Departemen Regional Bank Indonesia Tri Yanuarti, para konsul jenderal dan konsul kehormatan, serta investor dari Indonesia, Tiongkok, Korea Selatan, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, Jepang, dan India.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, mengatakan Sumatera memiliki berbagai keunggulan strategis, mulai dari letak geografis yang berada di jalur perdagangan maritim internasional hingga potensi ekonomi yang terus berkembang.

Menurutnya, perekonomian Sumatera pada 2026 tumbuh sebesar 5,13 persen (year on year) dan diprakirakan tetap berada di atas 5 persen, dengan tingkat inflasi yang terjaga pada kisaran sasaran 2,5 persen ± 1 persen.
Ameriza juga mengajak para investor memanfaatkan peluang investasi unggulan yang ditawarkan melalui sesi one-on-one meeting bersama para pemilik proyek.

“Keberhasilan investasi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap Sumatra Investment Day menjadi momentum untuk mempercepat realisasi investasi yang berkualitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Mewakili Gubernur Sumatera Utara, Sulaiman Harahap menegaskan Sumatera memiliki potensi sumber daya alam dan proyek strategis yang besar. Pengembangan investasi diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat daya saing UMKM, mengembangkan komoditas unggulan daerah, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui proses investasi yang cepat, transparan, dan akuntabel.

Sementara itu, Direktur Departemen Regional Bank Indonesia, Tri Yanuarti, menyampaikan investasi tetap menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Sumatera. Untuk mendukung hal tersebut, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui penjagaan likuiditas, penyempurnaan insentif likuiditas makroprudensial, pelonggaran kebijakan makroprudensial, percepatan digitalisasi sistem pembayaran, serta pengembangan UMKM dan ekonomi-keuangan inklusif.

Promosi investasi tersebut juga diperkuat melalui sinergi Investor Relations Unit (IRU), Regional Investor Relations Unit (RIRU), dan Global Investor Relations Unit (GIRU).

Di sisi lain, Plt Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani, menjelaskan pengembangan sektor pariwisata ke depan akan difokuskan pada quality tourism dengan mendorong peningkatan nilai belanja wisatawan melalui pengembangan wisata budaya, ekowisata, wisata alam, kuliner, wellness tourism, hingga bleisure tourism.
Adapun Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Ichsan Zulkarnain, menekankan pentingnya percepatan hilirisasi dan kemudahan berusaha melalui penyederhanaan perizinan berbasis Online Single Submission (OSS) guna meningkatkan daya saing investasi di Sumatera.

Melalui Sumatra Investment Day 2026, Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat sinergi dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif sehingga mampu mendorong transformasi ekonomi Sumatera yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.(red)

You May Also Like

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *