EDISIMEDAN.com, BINJAI – Elemen masyarakat Binjai mengapresiasi kinerja imigrasi Medan yang telah bekerja meminimalis aksi orang – orang yang diduga membawa warga Sumatera Utara ke Kamboja untuk bekerja Scam atau judi online.
Seperti berita yang kami kutip dari media online waspada.id yang berjudul Imigrasi Kuala Namu Gagalkan 6 WNI Diduga Bekerja Non – prosedural Ke Kamboja, Minggu (4/5).
Petugas Imigrasi Medan menggagalkan keberangkatan enam orang warga negara Indonesia (WNI) di tempat pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, yang diduga akan bekerja secara nonprosedural ke Kamboja.
“Keenam WNI tersebut teridentifikasi saat akan berangkat menggunakan penerbangan SQ991 rute Kualanamu–Singapura,” ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara Teodorus Simarmata di Medan, Senin (05/05/2025).
Teodorus mengatakan penggagalan WNI itu berawal dari informasi awal, sehingga petugas mencurigai bahwa mereka tidak memiliki dokumen resmi untuk bekerja di luar negeri.
Kemudian, dalam proses pemeriksaan lebih lanjut pada Minggu (4/5), salah satu calon penumpang berinisial P awalnya mengaku akan berlibur bersama keluarga ke Singapura.
Tapi, setelah dilakukan pendalaman, diketahui bahwa ia sebenarnya akan menuju Phnom Penh, Kamboja, untuk bekerja di restoran yang masih dalam tahap pembangunan.
Dari hasil wawancara terhadap seorang penumpang lain berinisial C, juga diketahui bahwa ia berencana membuka restoran baru di Kamboja dan membawa serta anggota keluarganya yaitu TS, P dan KC termasuk keluarganya, P dan RG sebagai pekerja tersebut.
“Dalam pemeriksaan itu, warga C ini juga tidak dapat menunjukkan dokumen resmi untuk merekrut tenaga kerja WNI secara sah,” ucapnya.
Setelah itu, petugas Imigrasi kemudian segera berkoordinasi dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Sekitar pukul 09.00 WIB Senin pagi, perwakilan BP2MI bernama Rita datang ke lokasi dan menerima serah terima keenam calon penumpang itu untuk diproses lebih lanjut.
“Terima kasih kepada pihak Imigrasi Medan , senang hati kami membaca berita tersebut. Sama kita ketahui saat ini diduga banyak anak Binjai yang tertambat di Kamboja, Myanmar dan Pilipina tidak bisa pulang ke Binjai,” ujar Udin warga Binjai kepada EDISIMEDAN.com, Senin (5/5) malam.
Sekedar info, baru saja kita di hebohkan dengan vidio 4 pria yang minta tolong pulangkan ke Binjai sama Walikota Binjai dan Walikota Binjai. Dari 4 pria itu terdapat 2 warga Binjai dan sudah mendapat atensi KBRI di Pnon Penh.
Kita berharap masalah ini segera menjadi prioritas presiden RI Prabowo Subianto. Pasalnya saat ini satu warga Binjai atas nama Dian Pesek sudah putus kontak dengan keluarganya disebut Dian Pesek bekerja di Kamboja. Diketahui Dian Pesek diabaikan Pemko Binjai. (OP)
