Gudang BULOG Sarudik Sibolga Dijarah Massa Usai Banjir, Distribusi Pangan Lumpuh Tiga Hari

EDISIMEDAN.com,  SIBOLGA- Situasi sosial di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah pascabencana banjir pada 24–25 November 2025 berujung pada aksi penjarahan di Gudang BULOG Sarudik. Perum BULOG Kanwil Sumatera Utara melaporkan bahwa insiden tersebut terjadi setelah masyarakat mengalami darurat kebutuhan pangan akibat terputusnya jalur distribusi selama tiga hari.

Banjir besar yang melanda wilayah itu menimbulkan korban jiwa serta membuat ribuan warga kehilangan rumah. Selain itu, sejumlah titik longsor dan jalan putus membuat distribusi logistik dari luar daerah tidak bisa masuk. Kondisi ini menyebabkan pasokan pangan tidak dapat diakses masyarakat dalam hitungan hari.

Dalam tekanan kebutuhan pangan tersebut, aksi penjarahan sempat terjadi di beberapa ritel modern di Kota Sibolga. Ketegangan kemudian merembet hingga ke kawasan Gudang BULOG Sarudik.

Aparat TNI–Polri Sudah Dikerahkan, Namun Fokus Masih ke Penanganan Korban

Sebelum insiden pecah, Pimpinan Cabang BULOG Sibolga telah berkoordinasi dengan Polres Sibolga dan Kodim Tapanuli Tengah untuk pengamanan. Personel Polsek dan Koramil setempat telah ditempatkan di area gudang. Namun pada saat bersamaan, aparat masih memprioritaskan evakuasi korban dan penanganan darurat bencana.

Melihat potensi kerawanan yang meningkat, BULOG kembali meminta tambahan personel kepada Kodim, Polresta, serta meneruskan koordinasi ke Kodam dan Polda Sumatera Utara. Namun bantuan pengamanan belum tiba ketika massa mulai berkumpul di depan gudang.

Massa Robohkan Pagar dan Ambil Komoditas Pangan

Dalam waktu singkat, ratusan warga mendorong pagar gerbang hingga roboh, merusak gembok gudang, lalu mengambil beras dan minyak goreng yang tersimpan. Aparat yang berada di lokasi sempat melakukan penghalauan, tetapi situasi sulit dikendalikan seiring tingginya tekanan kebutuhan pangan.

Saat ini jumlah komoditas yang diambil massa masih dalam proses pendataan oleh Kanwil BULOG Sumut dan Kanca Sibolga. Proses tersebut terkendala gangguan sinyal dan terbatasnya akses menuju gudang.

BULOG: Prioritas Utama Tetap Pemenuhan Kebutuhan Pangan

Pemimpin Wilayah BULOG Sumut, Budi Cahyanto, menyampaikan bahwa pihaknya memahami kondisi warga yang berada dalam situasi darurat. “Banjir telah menimbulkan korban, merusak infrastruktur, dan memutus akses pangan. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pihak terkait agar distribusi bantuan dapat segera pulih,” ujarnya.

BULOG memastikan komitmennya menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah terdampak bencana. “Kami meminta dukungan semua pihak agar penanganan pasca kejadian berjalan baik dan tepat sasaran demi masyarakat yang terdampak,” kata Budi.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di kompleks Gudang Sarudik berangsur kondusif. BULOG bersama aparat keamanan terus melakukan pengamanan tambahan sambil mempercepat pendataan kerugian dan pemulihan distribusi pangan. (Red)

You May Also Like

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *