EDISIMEDAN.com, MEDAN– Harga emas berbalik menguat dan ditransaksikan dikisaran angka $4.224 per ons troy, atau dikisaran harga 2.27 juta per gramnya. Harga emas berbalik menguat setelah alami tekanan teknikal di sesi perdagangan pagi. Ada teknikal rebound yang membuat harga emas berbalik arah. Ditambah lagi spekulasi pemangkasan bunga acuan The Fed yang masih menggema.
Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan selain harga emas yang menguat, mata uang Rupiah juga menguat tipis di level 16.635 per US Dolar. Kinerja USD Index melemah kinerjanya di sesi perdagangan kedua di Asia. USD indeks turun dikisaran level 98.98 yang memberikan ruang bagi Rupiah untuk berbalik melawan tekanan US Dolar. Secara keseluruhan Rupiah pada dasarnya nyaris tidak beranjak jauh dari penutupan perdagangan sebelumnya.
“Data cadangan devisa yang alami penguatan menjadi 150.1 Milyar US Dolar pada bulan November turut menjadi katalis positif bagi penguatan Rupiah. Data cadangan devisa menjadi satu-satunya katalis yang berpengaruh terhadap kinerja IHSG dan Rupiah. Namun sayangnya data tersebut tidak membuat IHSG mampu ditutup di zona hijau,” kata Gunawan pada Jumat (5/120.
Kinerja IHSG justru mengalami koreksi tipis 0.09% di level 8.632,71 pada perdagangan hari ini. Sejumlah saham yang turut memicu koreksi pada IHSG diantaranya adalah BBRI, BUMI, ASII, BMRI hingga TINS. Pasar saham juga relatif tidak banyak bergerak pada hari ini. Pelaku pasar lebih memilih wait and see jelang keputusan moneter penting pada perdagangan di pekan depan. (Red)
