EDISIMEDAN.com, MEDAN– Kenaikan harga sejumlah bahan pangan seperti cabai merah dan tomat mendorong inflasi di Sumatera Utara (Sumut) terus meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) pada Mei 2026 mencapai 4,35 persen.
Angka tersebut naik cukup signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 1,11 persen. Sementara itu, inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) tercatat sebesar 0,89 persen dan inflasi tahun kalender atau year-to-date (y-to-d) sebesar 0,67 persen.
Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, mengatakan kenaikan harga terjadi hampir di seluruh kelompok pengeluaran masyarakat, terutama kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan tingkat inflasi mencapai 7,11 persen,” ujar Asim, Kamis (4/6).
Selain bahan pangan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami kenaikan cukup tinggi sebesar 9,73 persen. Kemudian kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran naik 3,49 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 3,22 persen.
BPS Sumut mencatat sejumlah komoditas yang paling dominan menyumbang inflasi di antaranya emas perhiasan dengan andil 0,57 persen, tomat sebesar 0,29 persen, beras 0,24 persen, cabai merah 0,18 persen, serta beberapa jenis ikan konsumsi seperti ikan dencis, ikan tongkol, dan ikan kembung.
Kenaikan harga cabai dan tomat yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir dinilai sangat memengaruhi daya beli masyarakat. Di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan, harga cabai merah bahkan sempat menembus di atas Rp70 ribu per kilogram, sedangkan harga tomat ikut mengalami lonjakan akibat pasokan yang berkurang.
Pengamat ekonomi menilai pemerintah daerah perlu segera melakukan langkah stabilisasi harga, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat pada pertengahan tahun. Upaya pengendalian distribusi dan menjaga pasokan pangan dinilai menjadi kunci untuk menekan laju inflasi agar tidak semakin membebani masyarakat.
Dengan inflasi yang terus meningkat, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam mengatur pengeluaran rumah tangga, terutama untuk kebutuhan pangan yang saat ini mengalami kenaikan cukup tinggi. (red)
