Pelatihan Menulis Naskah Drama Tingkat Pelajar & Mahasiswa Diselenggarakan Bertema Generasi Milenial: Penyambung Lidah Peradaban

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Dalam rangka memperkuat fondasi sastra dan teater di kalangan generasi muda, Sanggar Budaya GENERASI, dengan fasilitasi dari Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, menyelenggarakan Pelatihan Menulis Naskah Drama Tingkat Pelajar & Mahasiswa. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, dari 26 hingga 29 September 2025, ini mengusung tema “Generasi Milenial: Penyambung Lidah Peradaban.”

Pelatihan ini merupakan bagian dari Festival Sastra dan Peradaban II yang diinisiasi oleh Teater GENERASI Medan. Bertempat di dua lokasi strategis, yaitu Sanggar GENERASI dan Taman Budaya Medan, pelatihan ini bertujuan untuk melatih peserta dalam menguasai teknik penulisan naskah drama, dari dasar hingga siap pentas. Zaim Dzaky Sanjaya, Ketua Pelaksana kegiatan, menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai wadah untuk mengeksplorasi kreativitas sekaligus menjaga khazanah sastra Indonesia.

“Kami ingin menciptakan ekosistem teater yang sehat di Medan, dimulai dari penulis naskah. Penulis adalah nyawa dari sebuah pertunjukan. Melalui pelatihan ini, kami berharap dapat melahirkan penulis-penulis muda berbakat yang karyanya tidak hanya menghibur tetapi juga mengandung nilai-nilai peradaban,” ujar Zaim Dzaky Sanjaya.

Farida Hanum, Sekretaris Pelaksana, menambahkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. “Pendaftar sudah mencapai puluhan dari berbagai sekolah dan kampus di Sumatera Utara. Ini menunjukkan bahwa minat menulis naskah drama di kalangan milenial masih sangat besar. Kami membatasi peserta untuk memastikan kualitas pelatihan tetap optimal,” jelasnya.

Struktur Pelatihan yang Komprehensif

Pelatihan dirancang secara sistematis selama empat pertemuan dengan materi yang berjenjang. Pada pertemuan pertama, peserta akan dikenalkan dengan dasar-dasar naskah drama, termasuk pemahaman mengenai struktur tiga babak, elemen dramatik, dan genre drama. Pertemuan ini menjadi fondasi bagi peserta untuk memahami kerangka cerita yang kuat.

Pertemuan kedua fokus pada pembangunan karakter dan dialog. Peserta akan mempelajari cara menciptakan tokoh yang multidimensional serta menulis dialog yang hidup dan relevan dengan konteks cerita. Sesi ini sangat krusial mengingat kekuatan sebuah naskah drama sering kali terletak pada kedalaman tokoh dan kualitas interaksi antartokoh.

Di pertemuan ketiga, materi akan membahas perancangan alur dan teknik penulisan yang efektif. Peserta diajak untuk memahami bagaimana menyusun konflik, menciptakan klimaks, dan menyelesaikan cerita dengan memuaskan. Teknik penulisan naskah yang sesuai dengan standar pementasan juga akan menjadi fokus pada sesi ini.

Pertemuan terakhir merupakan puncak dari seluruh rangkaian pelatihan, di mana peserta akan menyempurnakan naskah mereka dan melakukan praktik lapangan. Kegiatan ini tidak hanya berupa revisi naskah, tetapi juga simulasi pembacaan naskah (reading) untuk merasakan bagaimana tulisan mereka hidup di atas panggung.

Sebagai penjamin kualitas materi, pelatihan ini menghadirkan dua nama yang telah malang melintang di dunia teater dan sastra, yaitu Yusrianto Nasution dan Asnidar. Keduanya diharapkan dapat memberikan ilmu teoretis sekaligus pengalaman praktis yang inspiratif bagi peserta.

“Keberadaan narasumber yang kompeten sangat penting. Mereka tidak hanya akan mengajarkan teknik menulis, tetapi juga membagikan pengalaman nyata dalam menghasilkan karya yang berkualitas dan dipentaskan,” tambah Farida Hanum.

Keterlibatan Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen, dalam kegiatan ini bukan kali pertama. Sebelumnya, Sanggar GENERASI juga terpilih sebagai calon penerima bantuan fasilitasi dan apresiasi komunitas sastra 2025 dari lembaga yang sama. Hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam memajukan bahasa dan sastra Indonesia, khususnya di bidang teater.

“Dukungan ini sangat berarti bagi kami. Tidak hanya secara finansial, tetapi juga secara moral. Ini menjadi pengakuan bahwa apa yang kami lakukan sejalan dengan visi pemerintah dalam membina generasi muda yang mencintai sastra,” kata Zaim Dzaky.

Peserta yang terpilih akan mendapatkan berbagai benefit, termasuk sertifikat pelatihan, pengganti transpor, dan tentunya ilmu yang bermanfaat. Pemberian pengganti transpor menjadi nilai tambah yang menunjukkan perhatian panitia terhadap kenyamanan peserta.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada hambatan finansial bagi peserta yang berasal dari luar kota. Dengan adanya pengganti transpor, diharapkan lebih banyak lagi anak muda yang bisa bergabung tanpa terbebani biaya,” ujar Farida Hanum.

Pendaftaran dan Proses Seleksi

Pendaftaran telah dibuka melalui tautan bit.ly/4mZvp3P. Calon peserta diharapkan mengisi formulir pendaftaran secara online sebelum batas akhir tanggal 24 November 2025. Meski pelatihan ini gratis, kuota peserta terbatas. Panitia akan melakukan seleksi berdasarkan ketertarikan dan motivasi calon peserta untuk memastikan kelas berjalan efektif.

Pemilihan Sanggar GENERASI dan Taman Budaya Medan sebagai lokasi pelatihan bukan tanpa alasan. Sanggar GENERASI dikenal sebagai ruang kreatif yang kondusif untuk berlatih dan berdiskusi, sementara Taman Budaya Medan memberikan suasana inspiratif yang dekat dengan atmosfer seni pertunjukan sesungguhnya.

“Berlatih di Taman Budaya Medan akan memberi pengalaman berbeda. Peserta dapat merasakan langsung atmosfer panggung besar, sehingga mereka lebih siap ketika naskah mereka dipentaskan kelak,” jelas Zaim.

Pelatihan menulis naskah drama ini tidak sekadar aktivitas pelatihan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi dunia teater di Medan dan Sumatera Utara. Dengan mencetak penulis naskah muda yang terampil, diharapkan akan lahir karya-karya drama original yang mampu mengangkat lokalitas dan kekayaan budaya Sumatera Utara.

“Kami berharap, dari pelatihan ini akan lahir naskah-naskah baru yang tidak hanya dipentaskan di Medan, tetapi juga bisa go national. Ini adalah langkah kecil untuk membangun tradisi literasi yang kuat,” pungkas Zaim.

Bagi pelajar dan mahasiswa yang tertarik untuk mengikuti pelatihan ini, dapat menghubungi narahubung Dzaky (0812-6332-6360) atau Azka (0812-6212-3223). Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh dengan mendatangi sekretariat Sanggar GENERASI di Jalan Garu II-B No.58-A, Medan Amplas. (red)

You May Also Like

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *