Pengamat Lingkungan Apresiasi Program Hijau Indosat, Ingatkan Risiko Limbah Panel Surya

EDISIMEDAN.com,  MEDAN: Program Green Digital Economy Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mendapat apresiasi dari kalangan pemerhati lingkungan. Indosat dinilai berhasil mengintegrasikan teknologi telekomunikasi dengan energi terbarukan untuk mendukung target Net Zero Emission Indonesia 2060, sekaligus membuka akses internet di wilayah terpencil.

Pengamat lingkungan, Jaya Arjuna, menyebut langkah Indosat menggunakan energi terbarukan pada sejumlah base transceiver station (BTS) bertenaga surya merupakan terobosan yang positif. “Sangat bagus, artinya mereka membuka semua jalur komunikasi, jadi tidak ada lagi blank spot. Mereka pakai tenaga surya, dan ini penting karena tidak semua masyarakat punya listrik,” katanya.

Namun Jaya juga menekankan perlunya strategi pengelolaan limbah panel surya agar program ramah lingkungan tersebut benar-benar berkelanjutan. “Bagi lingkungan bagus tenaga surya, tetapi kalau panelnya rusak Indosat harus memikirkan bagaimana cara memusnahkannya. Apakah terbuang begitu saja atau bisa dikelola dengan cara lain?,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong Indosat untuk mengembangkan sumber energi terbarukan lain seperti tenaga air atau udara yang dinilai lebih rendah risiko terhadap lingkungan. “Teknologi hijau silakan saja, tapi harus ada rencana pengelolaan limbah. Kalau bisa dikembangkan dengan tenaga air dan udara, dampaknya bisa lebih minim,” tambahnya.

Dengan inovasi ini, Indosat tak hanya menghadirkan jaringan telekomunikasi lebih luas, tetapi juga ikut berkontribusi pada agenda keberlanjutan nasional. (red)

You May Also Like

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *