Rupiah dan IHSG Melemah, Harga Emas Alami Koreksi Tipis Setelah Naik Tinggi

EDISIMEDAN.com, JAKARTA – Pada perdagangan hari ini, tidak ada banyak sentimen ekonomi yang mempengaruhi pasar keuangan di tanah air maupun di Kawasan Asia. Namun data ketenaga kerjaan AS (U.S. JOLTS Job Openings) yang mengalami pelemahan pada sesi perdagangan sebelumnya, telah memicu terjadinya koreksi pada imbal hasil US Treasury 10 Tahun AS alami penurunan di kisaran level 4.21%.

Memburuknya imbal hasil US Treasury akan menjadi kabar positif bagi kinerja mata uang rupiah. Rupiah berpeluang mengambil kesempatan ini untuk menguat terhadap US Dolar. Meskipun sejauh ini pada sesi perdagangan pagi Rupiah terpantau melemah dikisaran level 16.440 per US Dolar. Jika rupiah bertahan di zona merah berepeluang akan menjadi katalis negatif bagi kinerja IHSG.

Pada sesi pembukaan perdagangan IHSG dibuka melemah di level 7.873. Pelemahan IHSG tidak sejalan dengan penguatan sejumlah bursa di kawasan asia lainnya. IHSG berpeluang ditransaksikan dalam rentang 7.820 hingga 7.890. Sementara mata uang Rupiah berpeluang ditransaksikan dalam rentang 16.370 hingga 16.450 per US Dolar.

Rupiah punya kesempatan untuk menguat terhadap US Dolar ditengah melemahnya kinerja USD Index di kisaran 98.17. Kombinasi USD Index berikut imbal hasil US Treasury akan menjadi kabar baik bagi rupiah selama tidak ada sentimen lain yang membalikkan keadaan. Disisi lain harga emas dunia alami koreksi teknikal di level $3.548 per ons troy, atau sekitar 1.9 juta per gram. Harga emas yang sudah naik tinggi memicu koreksi tipis pada harga emas. (red)

You May Also Like

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *