EDISIMEDAN.com, ASAHAN – Di sudut Dusun 3, Desa Silomlom, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara ada kisah luar biasa yang mungkin tak banyak orang tahu. Setiap hari, sekelompok nenek lansia dengan penuh semangat datang ke Pondok Quran Al Kareem. Bukan untuk sekadar mengisi waktu luang, tapi untuk belajar membaca huruf demi huruf hijaiyah dan memperbaiki bacaan shalat mereka.
Di usia yang tak lagi muda, semangat mereka untuk belajar membaca huruf hijaiyah dan memperbaiki bacaan shalat justru semakin menguat. Dipandu oleh Ustadzah Putri, mereka dengan sabar mengeja huruf demi huruf, berusaha melafalkan setiap bacaan dengan benar. Bukan perkara mudah, namun keinginan untuk memperbaiki diri di hadapan Sang Pencipta menjadi motivasi terbesar mereka.
Kegiatan belajar ini bukan sekadar rutinitas membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, Ustadzah Putri juga mendampingi mereka dalam memahami makna ibadah, terutama memperbaiki bacaan shalat yang selama ini mungkin kurang tepat. Dengan penuh kesabaran, beliau membimbing, mendengarkan, dan meluruskan setiap kesalahan bacaan. Karena seperti yang selalu beliau tekankan, ketepatan dalam melafalkan bacaan shalat sangat penting untuk menjaga kekhusyukan dan kesahihan ibadah.
Sebagai bagian dari program pemberdayaan Rumah Zakat, kegiatan ini mendapat dukungan dari para donatur yang peduli terhadap pendidikan keagamaan di pelosok desa. Muhammad Firdaus selaku Relawan Inspirasi Rumah Zakat yang turut mendampingi kegiatan ini menyampaikan terima kasih yang tulus kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik dalam bentuk materi, tenaga, maupun doa.
Semoga kegiatan yang penuh berkah ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas. Semangat belajar para lansia ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa menuntut ilmu tidak mengenal batas usia. Mari bersama-sama terus mendukung upaya peningkatan kualitas keagamaan masyarakat, agar lebih banyak lagi yang merasakan manfaatnya. (red)
