Kronologi Lengkap Bocah 12 Tahun Bunuh Ibu Kandung di Medan

EDISIMEDAN.com, MEDAN-  Kejadian tragis mengguncang masyarakat Medan Sunggal, Sumatera Utara, di mana seorang bocah berusia 12 tahun, berinisial AI, membunuh ibu kandungnya, FS (42), pada 10 Desember 2025. Pembunuhan yang terjadi di tengah-tengah rumah tangga yang tidak harmonis ini mengungkapkan masalah kekerasan dalam keluarga yang berujung pada tragedi memilukan.

Rekaman CCTV Jadi Petunjuk Awal

Polisi mengungkapkan kronologi pembunuhan ini berdasarkan rekaman CCTV, pemeriksaan saintifik, dan keterangan saksi dari anggota keluarga korban.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan bahwa pada 8 Desember 2025, dua hari sebelum kejadian, korban FS keluar rumah menggunakan transportasi daring sekitar pukul 08:44 WIB dan kembali sekitar pukul 11:23 WIB.

Selama periode tersebut, keluarga korban tidak mencatatkan adanya orang lain yang keluar-masuk rumah.

Pada 9 Desember 2025, dua anak korban berangkat ke sekolah, sementara suami korban berangkat kerja pada pukul 09:25 WIB dan kembali malam harinya. Sejak itu, korban tidak keluar rumah lagi hingga kejadian tragis tersebut.

Detik-Detik Pembunuhan

Peristiwa pembunuhan terjadi pada Rabu, 10 Desember 2025, sekitar pukul 04:00 WIB. Pada saat itu, FS tidur di kamar lantai satu bersama dua anaknya, AI dan kakaknya yang berusia 16 tahun. Sementara itu, suami korban tidur terpisah di lantai dua akibat hubungan rumah tangga yang telah lama tidak harmonis.

Menurut keterangan polisi, AI terbangun pada dini hari dan melihat ibunya yang sedang tidur di sampingnya. Rasa marah yang telah lama terpendam karena perlakuan kasar sang ibu akhirnya mendorongnya untuk bertindak. AI kemudian mencuci muka, mengambil pisau dari dapur, dan membuka bajunya agar tidak terkena darah sebelum melukai ibunya.

Kakaknya yang terbangun mencoba menghentikan aksi tersebut dengan merampas pisau dari tangan AI, namun pelaku kembali mengambil pisau kecil lainnya di dapur.

Terjadi tarik-menarik, hingga pisau terjatuh. Kakak pelaku kemudian berlari ke lantai dua untuk membangunkan ayahnya.

Saat ayahnya dan kakaknya kembali ke lantai satu, FS masih dalam keadaan hidup dan sempat meminta pertolongan. Namun, nyawa FS tidak tertolong karena mengalami lebih dari 20 luka tikaman di bagian tangan dan punggung. Ambulans dipanggil, tetapi korban dinyatakan meninggal dunia.

Motif: Dendam dan Tekanan Psikologis

Polisi mengungkapkan bahwa motif pembunuhan ini dipicu oleh rasa marah dan dendam yang sudah lama terpendam. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa korban sering memarahi, memaki, bahkan melakukan kekerasan fisik terhadap anak-anaknya. AI mengungkapkan bahwa kakaknya sering dimarahi, dipukul dengan sapu dan tali pinggang, sedangkan dirinya sering dicubit oleh sang ibu.

Selain itu, korban juga pernah mengancam suami dan anak-anaknya dengan pisau. Tekanan psikologis ini membuat AI sempat berpikir untuk melukai ibunya sejak 22 November 2025, namun baru mendapat kesempatan pada hari kejadian.

Faktor lain yang memperburuk niat AI adalah rasa sakit hati akibat game online miliknya yang dihapus oleh korban. AI juga diketahui sering menonton tayangan kartun, anime, dan adegan pembunuhan dalam game online yang diduga turut menginspirasi cara dia melakukan aksi kejam ini.

Pelaku Masih di Bawah Umur

Kasus ini menjadi sorotan publik karena pelaku adalah anak di bawah umur. Setelah kejadian, AI sempat mengganti pakaian dan naik ke lantai dua untuk memeluk ayahnya sebelum kembali turun bersama-sama ke lantai satu.

Polisi menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku bagi anak yang berhadapan dengan hukum, dengan tetap mempertimbangkan aspek perlindungan anak serta pendampingan psikologis.

Kasus pembunuhan ini mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kekerasan dalam rumah tangga, dampak psikologis terhadap anak-anak, serta kesehatan mental yang mempengaruhi perkembangan dan perilaku mereka. Kasus ini juga menjadi pengingat akan pentingnya komunikasi dan kedamaian dalam keluarga.(Red)

You May Also Like

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *