EDISIMEDAN.com, MEDAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat, termasuk kepada kelompok perempuan dan ibu rumah tangga yang merupakan sasaran prioritas penerima program edukasi keuangan yang tercantum dalam Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021-2025.
Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara, Jumat (4/7/2025) dalam siaran persnya disebutkan, untuk mendukung upaya tersebut, OJK bersinergi dengan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) gelar Training of Trainers (ToT).
Kegiatan yang merupakan program OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI) bagi Anggota Kowani dilaksanalan secara hybrid di Kantor OJK, Jakarta, Rabu (2/7/2025).
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, keberadaan ibu di rumah menjadi salah satu faktor penting yang dapat mengakselerasi tingkat literasi keuangan keluarga, serta memiliki kontribusi yang positif dalam mewujudkan masa depan yang lebih sejahtera.
Menurutnya, ibu-ibu anggota Kowani sekalian adalah agent of change dan agent of development sebagai motor penggerak perubahan di dalam komunitas masyarakat.
“Dengan demikian kita harapkan untuk memberikan edukasi, menyampaikan pendidikan, informasi tentang jasa keuangan kepada masyarakat,” kata Friderica.
Disebutkannya, Training for Trainers bertujuan memberikan keterampilan literasi keuangan sebagai essential life skill yang harus dikuasai para ibu maupun perempuan Indonesia.
“Materi ini diharapkan dapat dibagikan kepada seluruh anak Indonesia, sehingga ilmu yang diperoleh tidak boleh dibawa sendiri, tapi ibu-ibu akan menjadi trainers, pelatih, penyebar kebaikan, penerus ilmu untuk anak-anak ini Ibu sekalian, dan terutama juga untuk diri sendiri,” kata Friderica.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) Nanny Hadi Tjahjanto beserta pimpinan KOWANI, dan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI).
Nanny pada sambutamnya menyampaikan apresiasi kepada OJK yang mengedukasi keuangan bagi anggota Kowani sebagai bagian dari Duta Literasi Keuangan yang menjadi kepanjangan tangan OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia.
Dikatakannya, menjadi agen literasi keuangan adalah bentuk kepedulian sosial yang strategis dan konkrit di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan domestik.
“Perempuan harus menjadi garda depan yang mampu menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga, menjaga krisis keuangan, serta menanamkan budaya hemat, tanggung jawab dan perencanaan masa depan,” kata Nanny.
Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya langkah untuk memperkuat kapasitas diri, tetapi juga bentuk pengabdian sosial, karena ilmu yang disampaikan akan menjadi bekal untuk menebar manfaat dan inspirasi bagi masyarakat luas.
Kegiatan ToT tersebut diselenggarakan secara hybrid dengan jangkauan peserta sebanyak 1.100 anggota Kowani di seluruh Indonesia, terdiri dari 100 peserta yang hadir secara tatap muka dan 1.000 peserta secara online.
Pada kegiatan itu juga disampaikan materi oleh beberapa narasumber dengan topik Pengenalan OJK, Waspada Pinjaman Online dan Investasi Ilegal, Pengelolaan Keuangan Pribadi dan Keluarga, serta pengenalan produk dan layanan jasa keuangan yaitu Reksa Dana. (red)
