Percepat Penyebaran dan Stabilisasi, Penyalur Beras SPHP di Sumut Ditambah Jadi Enam Jenis Outlet

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Enam jenis outlet kini akan menjadi penyalur resmi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang ditargetkan pemerintah yakni penyaluran 15.700 ton untuk wilayah Sumatera Utara (Sumut). Dengan ditambahnya 2 outlet, yang awalnya hanya 4 outlet, Perum Bulog Kantor Wilayah Sumut berharap penyebaran beras SPHP dapat diakses ke semua daerah hingga yang terluar ataupun terpencil sekaligus menjaga stabilisasi pangan tersebut.

Hal ini disampaikan Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto, Kamis (31/07/2025) di salah satu restoran di Medan, Jalan Ngumban Surbakti. Didampingi stakeholder dan tim, Budi menjelaskan penambahan outlet tersebut dilakukan untuk mempercepat penyaluran beras SPHP yang saat ini masih di angka 300an ton.

Ke enam outlet tersebut yakni pertama, toko di pasar tradisional yang diverifikasi. Kedua, koperasi desa/kelurahan merah putih. Ke tiga, kios pangan binaan pemerintah. Lalu, keempat, Gerakan Pasar Murah (GPM) pemerintah daerah (Pemda). Kemudian, ke lima yakni melalui BUMN yang ditunjuk antara lain Perum Bulog, PT Pos Indonesia, ID Food, PTPN, dan Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC). Dan terakhir, ke enam yakni koperasi yang berada di bawah instansi pemerintah, TNI/Polri, dan lainnya,

“Berkaitan dengan program SPHP, sampai dengan hari ini, Kamis (31/7), baru tersalurkan kurang lebih 300an ton, dari target bulanan 15.700an. Stok ada 78.000 ton dan akan terus bertambah dengan akan masuknya masa panen petani yang akan berlangsung sekitar Agustus di minggu ke dua, ke tiga dan seterusnya. Nanti kita juga akan ikut menyerap gabah yang akan dipanen petani,” sebutnya.

Diungkapnya, saat ini Sumatera Utara yang mengonsumsi sekitar 110.000 ton. Karena itu, untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan, penyaluran beras SPHP diperbanyak menjadi enam outlet. “Penyaluran tersebut dilakukan melalui berbagai jalur, termasuk pasar tradisional, toko pangan binaan pemerintah, gerakan pangan murah, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Tegasnya lagi, harga beras SPHP yang dijual ke masyarakat dipastikan mengikuti ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp13.100 per Kilogram, dengan harga distribusi dari gudang Bulog yakni Rp11.300 per Kilogram. Selain itu, jumlah pembelian maksimal hanya 2 kantong per orang atau 10 Kilogram dengan ketentuan tidak dibenarkan untuk diperjualbelikan kembali.  “Untuk Sumut maksimal 2 kantong atau 10 Kg,” ujarnya.

Dia menambahkan, target tersebut juga akan dituntaskan yakni hingga akhir Desember 2025. “Sebagai langkah nyata dalam menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi pangan,” tambahnya. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *