EDISIMEDAN.com, MEDAN– Rumah Zakat Medan menghadirkan aksi nyata dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat melalui program Siaga Pangan. Kali ini, sebanyak 26 mustahik di Lingkungan 15, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, menerima bantuan paket sembako.
Program ini menjadi bagian dari ikhtiar Rumah Zakat untuk membantu masyarakat prasejahtera, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir, agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Paket bantuan yang disalurkan berisi beras, minyak goreng, susu sachet, serta Superqurban, produk olahan daging kurban siap saji yang kaya protein, praktis, dan memiliki masa simpan yang panjang. Kehadiran bantuan ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi harian, tetapi juga memberikan asupan gizi yang lebih baik bagi keluarga penerima manfaat.
Suasana penyaluran berlangsung hangat dan penuh rasa syukur. Para penerima manfaat tampak antusias menerima bantuan yang berasal dari amanah para donatur. Bagi mereka, paket pangan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kepedulian masih hadir di tengah kehidupan masyarakat pesisir.
Program Leader Rumah Zakat Medan, Tondini, menjelaskan bahwa program Siaga Pangan merupakan salah satu bentuk komitmen Rumah Zakat dalam menghadirkan solusi atas persoalan ketahanan pangan masyarakat, terutama bagi keluarga yang membutuhkan.
“Alhamdulillah, amanah para donatur kembali dapat kami salurkan kepada masyarakat yang berhak menerima. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan pangan keluarga mustahik sekaligus menghadirkan kebahagiaan di tengah mereka. Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui Rumah Zakat. InsyaAllah setiap kebaikan yang diberikan akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” ungkap Tondini.
Rumah Zakat meyakini bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, melalui program Siaga Pangan, Rumah Zakat terus berupaya menghadirkan bantuan pangan secara berkelanjutan bagi keluarga-keluarga prasejahtera di berbagai wilayah, termasuk kawasan pesisir yang memiliki tingkat kerentanan ekonomi cukup tinggi. (Red)
