EDISIMEDAN.com, JAKARTA – PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Indonesia) menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana alam di berbagai wilayah Sumatra. Sejumlah bencana seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem telah menimbulkan dampak signifikan terhadap kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan sosial masyarakat.
Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR), Sompo Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan secara berkelanjutan dengan menggandeng berbagai lembaga, organisasi kemanusiaan, serta komunitas lokal di daerah terdampak. Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan mendesak saat fase darurat, tetapi juga mendukung proses pemulihan jangka menengah dan panjang masyarakat pascabencana.
Head of Brand & Corporate Communications Sompo Indonesia, Ruthania Martinelly, menegaskan bahwa respons perusahaan terhadap bencana alam merupakan komitmen berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa dukungan bagi masyarakat terdampak bencana perlu diberikan secara berkelanjutan, tidak terbatas pada fase darurat saja, tetapi juga mencakup seluruh proses pemulihan. Upaya ini penting untuk membantu masyarakat bangkit kembali sekaligus memperkuat ketahanan mereka dalam menghadapi bencana di masa depan,” ujarnya, Senin (9/2/2026).

Dalam pelaksanaannya, Sompo Indonesia bekerja sama dengan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) dan sejumlah lembaga sosial lainnya untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran. Perusahaan juga mendukung pemulihan kesehatan emosional dan kesejahteraan anak-anak di wilayah Tamiang dengan menggandeng komunitas Kampung Dongeng Indonesia.
Inisiatif ini sejalan dengan pilar CSR Sompo Indonesia, khususnya pada aspek kesehatan dan kesejahteraan. Perusahaan juga terus melakukan evaluasi serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan guna memastikan keberlanjutan program bantuan di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Per akhir Desember 2025, Sompo Indonesia tercatat telah melayani sekitar 10 ribu nasabah di area Medan, baik individu maupun korporasi.
Mengutip data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga 1 Februari 2026 lebih dari 105 ribu jiwa tercatat mengungsi akibat bencana alam di berbagai wilayah Sumatra. Pemerintah bersama para pemangku kepentingan dan elemen masyarakat terus menjalankan upaya terpadu lintas sektor untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mempercepat transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan awal.(Red)
