Home / BINJAI / SUMUT / Petani Mekar Jaya Di Intimidasi Sekelompok Orang

Petani Mekar Jaya Di Intimidasi Sekelompok Orang


EDISIMEDAN.COM, Binjai – Ladang jagung seluas 1 hektar milik Juli (54) salah seorang anggota Kelompok Tani (Koptan) Mekar Jaya di Lingkungan V, Kel. Bhakti Karya, Kec. Binjai Selatan kembali dirusak oleh orang suruhan diduga dari kelompok tertentu.

“1 hektar habis lahan kita, siapa yang melakukan tidak tau saya pak,” kata Juli, Rabu (14/9/2022) siang.

Diceritakan Juli, rencananya hari ini dia hendak membersihkan ladang jagungnya karena kemarin baru siap panen. Tapi tiba-tiba tadi pagi dilihatnya sudah seperti ini.

“Jadi macemana lagi kami ini pak, tolonglah tanggapi kami ini pak,” sebutnya.

Mendengar adanya kasus pengerusakan, para anggota Koptan (Kelompok Tani) Mekar Jaya pun ramai-ramai mendatangi ladang jagung tersebut. Keberadaan mereka disana sempat dihalang-halangi oleh sekelompok orang yang mengaku-ngaku warga Beguldah.

Baca Juga:  Program Pensiun PNS Beralih  ke BPJAMSOSTEK

Situasi sempat memanas saat terlihat ramai warga yang berlarian datang membawa kayu seperti hendak menyerang Kelompok Tani Mekar Jaya. Hingga nyaris terjadi bentrok.

Sejumlah petugas kepolisian dibantu puluhan personil Satpol PP Kota Binjai tampak diterjunkan untuk berjaga-jaga di lokasi kejadian. Situasi baru dapat terkendali setelah kedatangan beberapa Forkopimda ke lokasi kejadian.

Diantaranya adalah Wakil Walikota Binjai, Rizky Younanda Sitepu, Ketua DPRD Binjai, Noor Sri Alma Syah Putra dan Kapolres Binjai, AKBP Ferio Sano Ginting SIK SH.MH.

Turt hadir pula Dandim 0203/Lkt Letkol Inf. M. Eko Prasetyo, Kapolsek Binjai Selatan Kompol Eva Sinuhaji, Camat Binjai Selatan Aldi Agustian.

Kedatangan pejabat tersebut ke lokasi untuk menggelar mediasi agar tidak sampai terjadi pertikaian antar kedua belah kelompok. Dimana, Wakil Wali Kota Binjai, Rizky Younanda Sitepu dalam kesempatan tersebut meminta kepada masyarakat untuk saling menahan diri. Beliau berjanji akan mencarikan penyelesaian dari masalah ini.

Baca Juga:  Brimob Poldasu Tangkap PHL Kejaksaan Medan karena Edarkan Sabu

Ia juga meminta agar masyarakat jangan dulu beraktifitas bertani di lahan tersebut sampai dicarikan solusinya. “Jangan ada lagi keributan dan kegaduhan antar masyarakat,” tegasnya.

Hal yang sama diutarakan Ketua DPRD Kota Binjai, Noor Sri Syah Alam Putra. Beliau meminta agar masyarakat tidak gegabah dalam bertindak, sebelum ada keputusan dari pemerintah.

“Saya minta tidak ada gejolak dikedua belah pihak sebelum ada putusan dari kami,” ujarnya pula. Ia juga menegaskan bahwa sebelum ada keputusan dari pemerintah terkait lahan tersebut, maka lahan itu tidak bisa gunakan (Stanpas) oleh kedua belah pihak.

Sementara itu, Dejon Sembiring selaku perwakilan dari Koptan Mekar Jaya meminta kepada pihak kepolisian untuk menangkap pelaku pengerusakan
gapura yang baru dibangun di Bhakti Karya. Karena gapura tersebut dibangun menggunakan uang patungan warga Bhakti Karya secara swadaya.

Baca Juga:  Dinas PPKB Simalungun Targetkan Turunkan Angka Stunting Hingga 24,65 Persen

“Banyak kejadian akhir-akhir ini yang dialami petani kami. Mulai dari penyerangan sampai petani kami ditakut-takuti, mobil kami dirusak, gubuk dibakar dan pupuk untuk petani kami pun ditusuki. Dan terakhir ini seperti yang kita lihat sendiri, ladang jagung punya petani kami dirusak. Tapi kenapa sampai sekarang belum ada satu pun pelakunya yang ditangkap,” heran Dejon. (Rel/op)

Terkait


Berita Terbaru